Cinta Ditolak, Reyhan Nekat Bacok Faradila Tiga Kali
PEKANBARU, RIAUKU.COM - Diduga cintanya ditolak, Reyhan Mufazar (22) nekat membacok Faradila Ayu Pramesti (23) di Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum UIN Suska Riau, Kamis pagi, 26 Februari 2026. Pelaku dan korban dikenal dekat sebelumnya. Pertemuan itu berujung tragis di tengah aktivitas akademik rutin.
Insiden terjadi sekitar pukul 07.30 WIB di ruang sidang munaqasyah. Faradila sedang menunggu giliran seminar proposal. Reyhan, mahasiswa yang pernah menjalin hubungan asmara dengan korban, hadir di ruangan sama. Kedekatan mereka menjadi latar belakang dugaan motif penganiayaan. Teman-teman dan dosen yang berada di sekitar menyaksikan kepanikan saat pelaku menyerang korban.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
- Harga Emas Antam Turun Tipis ke Rp2,992 Juta per Gram
- Kondisi Terkini Andrie Yunus: Masih Dirawat, Belum Bisa Dijenguk
Menurut Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, Kabid Humas Polda Riau, korban mengalami tiga luka bacok, di kepala, tangan kanan, dan kaki. "Korban dibacok sebanyak tiga kali," ujar Pandra. Luka-luka itu menyebabkan korban bersimbah darah di lantai ruang sidang. Mahasiswa lain menahan diri, takut mendekat karena pelaku membawa kapak. Beberapa saksi sempat mendengar teriakan minta tolong dari korban saat dia mencoba melarikan diri ke koridor.
Seorang saksi mata menceritakan, korban sempat mencoba berlindung di belakang meja. Pelaku mengejarnya, menjambak rambut, dan melayangkan kapak. Koridor fakultas berubah menjadi pemandangan berdarah. Mahasiswa dan dosen menyaksikan ketakutan bercampur panik. Petugas keamanan kampus segera turun tangan. Reyhan berhasil diamankan, senjata tajam disita, dan diserahkan ke aparat kepolisian.
Polisi menegaskan, penganiayaan ini telah direncanakan. Reyhan diketahui menyiapkan parang dan kapak sebelum datang ke ruang sidang. Saat korban muncul untuk seminar proposal, pelaku langsung mengeksekusi amukannya. "Pelaku memang sudah memiliki niat untuk menganiaya korban dengan menyiapkan parang dan kapak. Namun saat penganiayaan, pelaku memakai kapak untuk melukai korban," ujar Pandra.
Pandra mengungkapkan, motif pembacokan tersebut diduga karena korban menolak cinta pelaku. “Terkait hubungan asmara, pelaku menyukai korban namun ditolak, jadi mereka ini saling mengenal. Saat ini pelaku sudah diamankan di Polsek Binawidya,” ujar Pandra.
Korban kini dirawat secara intensif di RS Bhayangkara Polda Riau dan akan dirujuk ke RS Arifin Achmad untuk perawatan lanjutan. Kondisi korban stabil meski sempat kehilangan banyak darah. Pihak rumah sakit memastikan korban sadar saat mendapatkan perawatan awal. Kejadian ini membuat mahasiswa lain di kampus menunda kegiatan dan berkumpul di titik aman.
Reyhan telah ditahan di Polsek Binawidya. Polisi masih mendalami kronologi dan memverifikasi saksi yang berada di lokasi. Motif sementara terkait asmara, namun pihak berwenang belum mempublikasikan kesimpulan resmi. Garis polisi dipasang di area Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum untuk membatasi akses warga dan mahasiswa.
Video amatir dari kejadian tersebar luas di media sosial. Dalam rekaman, pelaku terlihat memegang kapak, korban tergeletak di lantai, darah membasahi pakaian putihnya. Civitas akademika mengekspresikan keprihatinan. Banyak mahasiswa membagikan video dan foto, mengutuk kekerasan, dan menyerukan pengawasan lebih ketat di kampus.
Dosen yang berada di lokasi mengatakan, Reyhan dan korban pernah menjalin hubungan dekat. Perpisahan diduga memicu rasa sakit hati. Kedekatan emosional antara korban dan pelaku menjadi kunci memahami perilaku ekstrem itu. Banyak pihak menekankan pentingnya komunikasi dan mediasi di lingkungan kampus agar konflik pribadi tidak berujung kekerasan.
Petugas keamanan kampus menambah jumlah personel di setiap gedung fakultas. Kamera pengawas dipasang di titik strategis. Pihak universitas berjanji mengevaluasi protokol keamanan. Mahasiswa diingatkan untuk melaporkan situasi mencurigakan dan menjaga jarak dengan pelaku konflik.*son/01*
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar