Asmara Membara, Kapak Terayun! Detik-detik Mahasiswi Dikejar dan Dibacok di Kampus
PEKANBARU, RIAUKU.COM - Insiden berdarah terjadi di kampus UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Kamis pagi, 26 Februari 2026. Seorang mahasiswi menjadi korban pembacokan di ruang sidang Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum. Pelaku, yang dikenal dekat dengan korban, mengeksekusi amukannya di tengah aktivitas akademik pagi itu.
Korban, F, mahasiswi program studi Ilmu Hukum semester delapan, sedang menunggu giliran seminar proposal. Rayhan Muzaffar, mahasiswa satu angkatan dan jurusan berbeda, hadir di ruang yang sama untuk menunggu dosen penguji. Hubungan keduanya dikabarkan pernah romantis. Beberapa saksi menyebut pelaku tampak kesal setelah putus dengan korban.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Ratusan Lampu Colok Terangi Malam Ramadhan di Bukit Raya, Tradisi Lama Kembali Hidup
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
- Kondisi Terkini Andrie Yunus: Masih Dirawat, Belum Bisa Dijenguk
Peristiwa itu bermula ketika korban berada di ruang sidang. Pelaku membawa senjata tajam berupa kapak dan parang. Dalam rekaman video amatir yang beredar, korban terlihat memohon pertolongan sambil berdarah. Sejumlah mahasiswa lain di ruang itu menahan diri, takut mendekat. Seorang saksi menyebut, “Kakak itu awalnya sudah minta tolong saat di dalam kelas. Kami mau keluar tapi tidak berani melihat dia pakai kapak.”
Korban berusaha melarikan diri ke koridor. Pelaku mengejarnya, menjambak rambut, dan kembali menyerangnya hingga korban terduduk bersimbah darah. Luka bacok di tangan dan kening korban terlihat jelas di video yang viral di media sosial. Dosen dan mahasiswa lain menyaksikan pemandangan itu dengan panik. Petugas keamanan kampus langsung bergerak. Pelaku diamankan, senjata tajam disita, dan diserahkan ke aparat kepolisian.
Kasatreskrim Polresta Pekanbaru AKP Anggi Rian Diansyah mengatakan, peristiwa terjadi sekitar pukul 07.30 WIB di ruang munaqasyah. Polisi menerima laporan pukul 08.00 WIB. Garis polisi dipasang untuk membatasi akses. “Ini masuk kategori penganiayaan berat. Motif sementara diduga terkait asmara. Korban saat ini dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara,” kata AKP Anggi.
Seorang perwakilan dosen, Rony Riansyah, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, pelaku tampak sudah merencanakan aksinya. Saat korban muncul untuk ujian akhir, pelaku langsung menyerangnya dengan kapak. Tindakan spontan dan agresif itu menunjukkan kemarahan yang telah dipendam.
Mahasiswa saksi mata, Dimas Aulun Azhim, mengatakan mendengar teriakan dari ruang kelas. Ia segera melaporkan kepada satpam kampus. Petugas keamanan melakukan penyergapan cepat. Pelaku diamankan di lantai dua, senjata tajam yang dibawa disita dari tas. Korban sempat melarikan diri lewat jendela, namun pelaku berhasil mencegatnya di pintu masuk ruang ujian.
Motif asmara menjadi sorotan utama. Kedekatan emosional antara korban dan pelaku menjadi latar belakang dugaan aksi kekerasan. Hubungan sebelumnya yang berakhir diduga memicu rasa cemburu dan amarah pelaku. Kepolisian masih mendalami kronologi lengkap serta mengonfirmasi pernyataan saksi dan rekaman video yang beredar.
Korban kini mendapat penanganan medis intensif. Luka bacok di tangan dan kepala telah dirawat, korban dipasang oksigen dan sedang dipantau kondisinya. Rumah sakit menyiapkan kemungkinan rujukan ke fasilitas yang lebih memadai. Civitas akademika menyatakan keprihatinan. Mahasiswa lainnya mengikuti seminar proposal dengan perasaan cemas.
Video dan foto insiden menjadi viral. Warganet menyebarkan rekaman di media sosial. Beberapa komentar mengutuk kekerasan dan menyoroti pentingnya pengawasan kampus. Pihak universitas menegaskan akan meningkatkan keamanan. Satpam ditugaskan di tiap titik strategis kampus. Gedung-gedung fakultas dipasangi kamera tambahan.
Pihak kepolisian mengimbau agar masyarakat tidak menebak-nebak motif secara prematur. Identitas lengkap pelaku dan korban dibatasi publikasi demi proses hukum. Polisi juga mengingatkan agar warga tidak melakukan aksi vigilante atau menyebarkan foto yang mengandung kekerasan.
Insiden ini memicu perdebatan tentang pengaruh hubungan pribadi terhadap keamanan lingkungan akademik. Civitas akademika menekankan pentingnya komunikasi dan mediasi antara mahasiswa. Banyak yang menyerukan pengetatan pengawasan di area ujian dan ruang sidang. Rektor dan pihak fakultas menyatakan akan mengevaluasi protokol keamanan.
Kampus tetap buka, namun suasana pagi itu dipenuhi ketegangan. Mahasiswa datang untuk ujian dan kuliah dengan waspada. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa kedekatan pribadi bisa menjadi pemicu konflik serius. Semua pihak menunggu hasil penyelidikan untuk mengetahui secara pasti latar belakang tragedi yang mengejutkan ini.*son/01*
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar