Viral! Mahasiswi UIN Suska Riau Dibacok Mantan Pacar Saat Seminar Proposal
PEKANBARU, RIAUKU.COM - Seorang mahasiswi UIN Sultan Syarif Kasim Riau menjadi korban pembacokan di lingkungan kampus, Kamis pagi, 26 Februari 2026. Insiden itu terekam dalam video amatir yang viral di media sosial, menunjukkan korban bersimbah darah di lantai ruang sidang. Pelaku, yang diduga kekasihnya sendiri, langsung diamankan oleh petugas keamanan kampus sebelum diserahkan ke kepolisian.
Kejadian berlangsung sekitar pukul 07.30 WIB di ruang sidang Munaqasah, saat korban bersiap mengikuti seminar proposal. Pelaku, Reyhan Mufazar, mahasiswa berusia 22 tahun, diketahui menunggu kehadiran dosen penguji. Serangan itu mengenai tangan dan kening korban, menyebabkan darah mengucur deras. Sekuriti kampus segera mengevakuasi korban ke luar ruangan dan membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.
Berita Terkait
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Wabup Rohul Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Selama Bulan Ramadan
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
- Kondisi Terkini Andrie Yunus: Masih Dirawat, Belum Bisa Dijenguk
- Bareskrim Tetapkan Ketua Kadin Sultra Tersangka Tambang Nikel Ilegal
Aksi kekerasan ini sontak menghebohkan civitas akademika. Suasana kampus berubah mencekam ketika rekan-rekan mahasiswa menyaksikan korban terkapar. Polisi segera mengamankan lokasi kejadian dan mencegah kerumunan yang bisa mengganggu proses olah tempat kejadian perkara.
Kanit Reskrim Polsek Binawidya, Iptu Santo Morlando, membenarkan laporan diterima pukul 08.00 WIB. “Benar, kejadiannya sekitar pukul 07.30 WIB. Anggota masih melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi,” ujarnya. Polisi masih mendalami motif di balik aksi kekerasan yang disebut terkait persoalan asmara antara korban dan pelaku. Dari beberapa mahasiswa diketahui pelaku merupakan mantan kekasih korban.
Pelaku sempat menjadi bulan-bulanan petugas keamanan dan mahasiswa sebelum akhirnya diamankan beserta kampak yang dipakainya melukai korban. Keberadaannya di Polsek Binawidya kini dalam pengawasan ketat. Penyidik masih mengumpulkan bukti, termasuk memeriksa video rekaman kejadian, keterangan saksi, dan jejak di lokasi. Identitas korban dirahasiakan oleh pihak kepolisian untuk melindungi privasi dan keselamatannya.
Beredarnya video di media sosial menimbulkan reaksi keras dari masyarakat. Narasi yang tersebar menunjukkan korban tergeletak dalam kondisi kritis, sementara pelaku terlihat masih berada di sekitar korban. Informasi tambahan menyebutkan pelaku menggunakan senjata tajam dalam melakukan penganiayaan, mempertegas dugaan adanya niat serius di balik serangan tersebut.
Korban saat ini mendapat perawatan intensif di rumah sakit, dengan tim medis memantau kondisi luka di tangan dan kening. Kepolisian memastikan bahwa korban selamat dan dalam kondisi stabil, sementara proses hukum terhadap pelaku terus berjalan. Aparat menegaskan keselamatan civitas akademika menjadi prioritas utama.
Kampus dan aparat kepolisian menegaskan evaluasi pengawasan selama sidang munaqasah akan ditingkatkan. Insiden ini menjadi catatan penting tentang risiko kekerasan interpersonal di lingkungan pendidikan tinggi. Kejadian juga mengingatkan perlunya koordinasi antara petugas keamanan kampus dan pihak kepolisian agar respons cepat dapat menyelamatkan nyawa dan mencegah eskalasi lebih lanjut.*son/01*
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar