UEFA Champions League

Italia Hampir Habis! Atalanta Bangkit Dramatis Selamatkan Harga Diri Serie A

Davide Zappacosta merayakan gol kedua Atlanta dalam laga leg kedua play-off Liga Champions kontra Borussia Dortmund, Kamis (26/2/2026) dini hari WIB. (AP Photo)

BERGAMO, RIAUKU.COM - Sepakbola Italia nyaris tanpa wakil di fase gugur Liga Champions musim ini. Kekalahan beruntun menimpa klub-klub Serie A sepanjang pekan menentukan. Atalanta menjadi satu-satunya tim yang bertahan setelah membalikkan keadaan secara dramatis.

Kegelisahan lebih dulu terasa setelah Napoli terhenti di fase liga. Harapan tertuju pada Inter Milan. Kenyataan berbicara lain. Nerazzurri kalah agregat 2-5 dari Bodo/Glimt. Kekalahan 1-3 pada leg pertama tak mampu ditebus. Leg kedua kembali berakhir pahit dengan skor 1-2.

Nasib Italia berada di tangan Atalanta serta Juventus. Keduanya datang ke leg kedua dengan beban berat. Juventus tertinggal 2-5 dari Galatasaray. Atalanta kalah 0-2 dari Borussia Dortmund.

Juventus sempat menyalakan harapan. Tiga gol di waktu normal menyamakan agregat. Bermain dengan sepuluh orang, perlawanan tak cukup. Dua gol pada babak tambahan membuat mereka tersingkir dengan agregat 5-7. Italia tinggal menunggu kabar dari Bergamo.

Di Gewiss Stadium, Atalanta memulai laga dengan tekanan tinggi. Gol cepat lahir pada menit kelima. Umpan mendatar dari sisi kiri gagal disapu bersih. Gianluca Scamacca menyambar dari jarak dekat. Skor berubah 1-0. Stadion bergemuruh.

Serangan berlanjut tanpa jeda. Peluang demi peluang tercipta. Menjelang turun minum, Davide Zappacosta melepaskan sepakan dari luar kotak penalti. Bola mengenai pemain bertahan. Arah berubah. Gregor Kobel terkecoh. Skor menjadi 2-0. Agregat kembali seimbang.

Babak kedua berjalan dalam tempo tinggi. Umpan silang Marten de Roon mengarah ke tengah kotak penalti. Mario Pasalic menanduk tanpa kawalan. Gol ketiga tercipta pada menit ke-57. Atalanta membalikkan agregat.

Dortmund tidak menyerah. Tekanan balik menghasilkan gol dari Karim Adeyemi pada menit ke-75. Sepakan melengkung dari sisi kanan tak terjangkau Marco Carnesecchi. Agregat kembali imbang. Ketegangan memenuhi stadion.

Drama mencapai puncak pada menit akhir. Kesalahan distribusi bola di lini belakang Dortmund dimanfaatkan Pasalic. Umpan silang mengarah ke kotak penalti. Pelanggaran terjadi saat upaya sapuan mengenai kepala lawan. Wasit menunjuk titik putih setelah melihat tayangan ulang. Ramy Bensebaini menerima kartu kuning kedua.

Lazar Samardzic maju sebagai eksekutor. Sepakan keras ke pojok kiri atas menembus jala. Skor 4-1. Peluit panjang menyusul. Atalanta menang agregat 4-3.

Pelatih Raffaele Palladino menyebut laga itu akan dikenang lama di Bergamo. Malam tersebut menjadi simbol ketahanan. Italia tidak sepenuhnya tenggelam. Atalanta berdiri sendirian di antara gugurnya para raksasa Serie A.*01*

 


    Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi, serta foto atau video yang memiliki nilai berita.

    Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.