Comeback Gila Juventus Hancur di Menit 119, Osimhen Jadi Algojo di Turin!
TURIN, RIAUKU.COM - Langkah Juventus di Liga Champions terhenti dalam drama panjang di Turin. Keunggulan tiga gol pada waktu normal tak cukup menyelamatkan mereka dari kegagalan. Dua gol pada babak tambahan memastikan Galatasaray melaju ke babak 16 besar dengan agregat 7-5.
Malam di Allianz Stadium dibuka dengan tekanan tanpa jeda, Kamis dini hari WIB, 26 Februari 2026. Tertinggal 2-5 secara agregat membuat tuan rumah tak punya pilihan selain menyerang sejak menit awal. Sundulan Federico Gatti melambung. Tandukan Teun Koopmeiners menyusul melewati mistar. Stadion bergemuruh oleh harap yang belum menemukan bentuk.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Ratusan Lampu Colok Terangi Malam Ramadhan di Bukit Raya, Tradisi Lama Kembali Hidup
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
- Waduh! IHSG Dibuka Ambrol 2,26 Persen, Jatuh ke Level 6.000
Tim tamu merespons lewat serangan cepat. Victor Osimhen melepaskan sepakan voli yang memaksa Mattia Perin menepis bola. Intensitas meninggi. Manuel Locatelli mengancam lewat tembakan jarak jauh. Ugurcan Cakir sigap di bawah mistar.
Tekanan berbuah hadiah pada menit ke-35. Khephren Thuram dijatuhkan di kotak terlarang. Locatelli maju sebagai algojo. Bola mengarah ke pojok kanan. Skor berubah 1-0. Agregat menipis. Tribun kembali hidup.
Selepas jeda, petaka datang. Lloyd Kelly menginjak Baris Alper Yilmaz dalam duel udara. Wasit mengeluarkan kartu kuning kedua. VAR meninjau. Keputusan berubah menjadi kartu merah langsung. Juventus kehilangan satu pemain. Jalan menanjak menjadi terjal.
Keadaan tak memadamkan nyali. Kenan Yildiz menusuk dari kiri. Bola berbelok tipis di samping gawang. Galatasaray mengancam melalui Leroy Sane. Perin menepis dengan refleks cepat. Pertandingan terbuka. Ritme naik turun.
Gol kedua lahir pada menit ke-70. Umpan silang Pierre Kalulu berbelok arah. Gatti berdiri di tiang jauh. Sontekan keras merobek jala. Stadion meledak. Agregat tinggal satu gol.
Harapan menjelma keyakinan saat menit ke-82 tiba. Tendangan bebas dilepaskan. Koopmeiners menanduk ke tengah kotak. Weston McKennie menyongsong dengan sundulan tajam. Skor menjadi 3-0. Agregat 5-5. Pemain berpelukan. Waktu normal berakhir dalam euforia yang menggantung.
Babak tambahan menghadirkan ketegangan lain. McKennie memperoleh ruang di depan gawang. Umpan dilepas ke Edon Zhegrova. Sepakan melebar. Kesempatan hilang.
Kelengahan muncul pada menit ke-105. Bola lepas di sisi kanan pertahanan Juventus. Galatasaray merebut. Umpan mendatar mengarah ke Osimhen yang bebas di kiri. Sepakan rendah menembus kaki Perin. Sunyi menyergap stadion. Agregat kembali berubah.
Juventus menekan dengan sisa tenaga. Zhegrova melepaskan tembakan keras. Cakir menepis dengan satu tangan. Waktu mengalir tanpa ampun.
Menit ke-119 menjadi penutup luka. Serangan cepat Galatasaray meluncur dari tengah. Baris Alper Yilmaz menerima bola dalam posisi terbuka. Penyelesaian tenang menggetarkan jala. Bangku cadangan tim tamu melompat. Pemain tuan rumah terdiam.
Peluit panjang berbunyi. Skor malam itu 3-2 untuk kemenangan Juventus. Agregat 7-5 untuk Galatasaray. Kerja keras sepuluh pemain tak cukup menahan dua pukulan di extra time. Liga Champions meninggalkan Turin dengan kisah getir.*01*
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar