UMKM Daerah Terpinggirkan? Komisi II DPRD Riau Desak Mal Buka Pintu Lebar-Lebar
PEKANBARU, RIAU.COM - Komisi II DPRD Riau meminta pusat perbelanjaan dan gerai oleh-oleh membuka ruang lebih luas bagi pelaku UMKM dari seluruh kabupaten dan kota. Produk lokal dinilai belum terdistribusi merata di etalase ritel modern. Akses pasar dianggap kunci agar pelaku usaha kecil bertumbuh.
Permintaan itu disampaikan Sekretaris Komisi II DPRD Riau, Androi Aderianda, usai pertemuan dengan sejumlah manajemen mal dan pengelola gerai oleh-oleh, Rabu, 25 Februari 2026. Pertemuan berlangsung dalam suasana dialogis. DPRD menggali sejauh mana komitmen ritel modern memberi tempat bagi produk lokal.
Berita Terkait
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Wabup Rohul Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Selama Bulan Ramadan
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
- Kondisi Terkini Andrie Yunus: Masih Dirawat, Belum Bisa Dijenguk
- Bareskrim Tetapkan Ketua Kadin Sultra Tersangka Tambang Nikel Ilegal
Menurut Androi, selama ini produk UMKM memang telah masuk ke beberapa gerai. Namun sebagian besar berasal dari Kota Pekanbaru. Kondisi itu mencerminkan belum meratanya kesempatan bagi pelaku usaha dari daerah lain.
Ia menyebut banyak kabupaten memiliki produk khas dengan potensi pasar kuat. Siak dikenal dengan olahan makanan tradisional. Rokan Hilir memiliki ragam produk pesisir. Rokan Hulu menyimpan hasil kerajinan dan pangan olahan rumahan. Produk-produk itu dinilai layak tampil di etalase yang sama dengan merek besar.
Komisi II meminta pengelola gerai mempermudah proses kurasi dan distribusi bagi UMKM luar Pekanbaru. Persyaratan administrasi dan kuota rak diharapkan tidak memberatkan. Dukungan logistik juga dipandang perlu agar pelaku usaha kecil mampu memenuhi standar ritel modern.
Androi menekankan pentingnya keberpihakan terhadap ekonomi lokal. Ia menyebut pusat perbelanjaan bukan semata ruang bagi barang impor atau produk bermerek mahal. Mal dapat menjadi panggung promosi bagi identitas daerah melalui kemasan dan cita rasa khas.
DPRD juga meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Riau menyiapkan stan khusus di pusat perbelanjaan. Stan itu diharapkan menjadi ruang tetap bagi produk UMKM kabupaten dan kota. Skema sewa yang terjangkau dinilai akan membantu pelaku usaha bertahan.
Bagi pelaku UMKM, persoalan utama bukan hanya produksi. Akses pasar sering menjadi hambatan. Tanpa jaringan distribusi yang kuat, produk sulit dikenal luas. Kehadiran di mal dan gerai oleh-oleh membuka peluang promosi sekaligus peningkatan omzet.
Di sisi lain, ritel modern memperoleh nilai tambah dari keberagaman produk lokal. Wisatawan yang datang ke Riau cenderung mencari buah tangan khas daerah. Produk UMKM dari berbagai kabupaten dapat memperkaya pilihan konsumen.
Komisi II berencana memantau tindak lanjut pertemuan tersebut. Evaluasi akan dilakukan untuk melihat sejauh mana komitmen manajemen mal direalisasikan. DPRD berharap langkah ini menjadi awal pemerataan ekonomi daerah.
Di tengah persaingan pasar yang kian ketat, etalase ritel modern menjadi simbol kesempatan. Bagi pelaku UMKM di kabupaten dan kota, ruang kecil di rak mal bisa berarti jalan panjang menuju kemandirian usaha.*01*
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar