Niat Hangatkan Ternak, Malah Kandang Rahman Ludes Dilalap Api

Ilustrasi kebakaran kandang tenak. (ai)

TALUKKUANTAN, RIAUKU.COM - Kebakaran melalap kandang ternak milik Rahman, 35 tahun, di Pasar Usang Baserah, Kecamatan Kuantan Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, pada Rabu (25/02/2026) dini hari. Puluhan kambing dan ayam mati terperangkap kobaran api. Kerugian ditaksir mencapai Rp10 juta, menjadi pukulan berat bagi ekonomi keluarga kecil itu.

Api mulai terlihat sekitar pukul 02.12 WIB. Sebagian besar warga masih terlelap. Di sudut kampung yang sunyi, cahaya oranye memantul dari dinding kayu kandang. Rahman menjadi orang pertama yang menyadari keganjilan itu. Ia melihat pijar terang dari arah belakang rumah. Dalam hitungan detik, nyala membesar.

Menurut Kapolres Kuantan Singingi, AKBP Hidayat Perdana, dugaan sementara mengarah pada api unggun di sekitar kandang. Perapian dibuat untuk menghangatkan ternak dari udara malam yang dingin. Api merambat ke material bangunan yang mudah terbakar. Kayu kering, papan, jerami. Kobaran cepat menjalar.

Rahman berteriak meminta tolong. Warga berdatangan membawa ember, gayung, peralatan seadanya. Ia juga berupaya menghubungi petugas pemadam kebakaran Rayon Kuantan Hilir. Upaya awal berlangsung dalam kepanikan. Asap pekat menutup pandangan. Suara kambing mengembik bercampur letupan kayu terbakar.

Puluhan ternak terjebak di dalam kandang. Pintu tak sempat dibuka seluruhnya. Api sudah mengepung dari sisi atap. Dalam waktu singkat bangunan roboh, menyisakan bara dan rangka yang menghitam. Tak ada korban jiwa manusia. Kerugian materiil tak terhindarkan.

Armada pemadam kebakaran saat itu tengah bertugas di wilayah Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu. Jarak menjadi kendala. Warga memilih bergerak sendiri. Lokasi kandang yang dekat aliran Sungai Kuantan membantu proses pemadaman. Air ditimba berulang kali. Api berusaha dibatasi agar tidak menjalar ke rumah sekitar.

Sekitar pukul 03.00 WIB, mobil pemadam tiba di lokasi. Petugas langsung melakukan penyemprotan menyeluruh. Proses pendinginan dilakukan untuk memastikan tak ada titik api tersisa. Setengah jam kemudian situasi dinyatakan aman. Sisa kandang berubah menjadi puing dan arang.

Bagi Rahman, kandang itu bukan sekadar bangunan kayu. Di sanalah ia menaruh harapan. Usaha ternak dirintis perlahan dari tabungan bertahun-tahun. Kambing dan ayam menjadi sumber penghasilan keluarga. Dalam satu malam, semuanya hilang.

Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa saksi. Dugaan sementara tetap pada kelalaian penggunaan perapian. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para peternak agar berhati-hati menyalakan api di sekitar kandang. Material mudah terbakar memperbesar risiko saat pengawasan lengah.

Menjelang pagi, asap tipis masih menggantung di udara Baserah. Rahman berdiri memandangi sisa kandangnya. Warga menepuk bahu, memberi penguatan. Musibah datang tanpa aba-aba. Di kampung tepi Sungai Kuantan itu, solidaritas menjadi satu-satunya yang tersisa setelah api padam.*01*

 


    Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi, serta foto atau video yang memiliki nilai berita.

    Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.