Harga Emas Antam Turun Rp 45.000, Buyback Ikut Melemah

ilustrasi(ist)

JAKARTA, RIAUKU.COM - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) jatuh pada perdagangan Rabu (25/02/2026). Satu gram emas Antam turun Rp 45.000 menjadi Rp 3.023.000, buyback merosot Rp 52.000 menjadi Rp 2.802.000. Penurunan ini terjadi setelah harga sempat mendekati rekor tertinggi Rp 3.168.000 pada akhir Januari. Penguatan dolar AS dan aksi ambil untung membuat investor menahan diri. 

Di pasar global, emas spot turun 1,4% menjadi USD 5.158,24 per ons. Emas berjangka AS untuk April ditutup 0,9% lebih rendah di USD 5.176,30. Dolar AS menguat 0,1%, membuat harga emas yang dihitung dalam dolar lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Sentimen ini menekan logam kuning.

Sepekan lalu, harga emas naik tajam setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kenaikan bea masuk menjadi 15%, menanggapi putusan Mahkamah Agung soal undang-undang darurat. Namun sehari kemudian, tarif resmi ditetapkan 10%. Keputusan ini menambah ketidakpastian pasar.

Iran dan AS dijadwalkan mengadakan putaran ketiga pembicaraan nuklir di Jenewa. Risiko konflik militer masih mengintai. Permintaan aset aman tetap tinggi, tapi harga menghadapi resistensi. Analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff, menyebut penurunan ini koreksi sementara. Fundamental pasar tetap kuat, namun lonjakan signifikan memerlukan katalis geopolitik baru.

Di gerai Antam Surabaya Darmo, harga emas batangan 0,5 gram Rp 1.561.500, 2 gram Rp 5.986.000, 10 gram Rp 29.725.000, hingga 1.000 gram Rp 2.963.600.000. Buyback berlaku Rp 2.802.000 per gram. Pedagang dan investor menyesuaikan strategi, menghitung risiko, dan menunggu momen tepat untuk transaksi.

Harga logam lain bergerak variatif. Perak spot turun 1,2% menjadi USD 87,21 per ons. Platinum naik 1% menjadi USD 2.175,95, paladium 2,3% menjadi USD 1.785,35. Ketidakpastian global mendorong investor mencari aset aman. Emas tetap menjadi pilihan, meski harga hari ini menurun.

Penurunan harga hari ini menegaskan volatilitas pasar emas. Investor berhati-hati, menunggu perkembangan geopolitik dan kebijakan tarif AS. Buyback turun menambah pertimbangan bagi yang ingin menjual emas. Pasar masih dinamis, menunggu katalis berikutnya.*01*

 


    Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi, serta foto atau video yang memiliki nilai berita.

    Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.