Inter Tumbang, Sejarah Lahir! Bodo/Glimt Guncang Eropa
MILAN, RIAUKU.COM - Sorot lampu menerangi rumput hijau di Stadio Giuseppe Meazza, Rabu malam, 25 Februari 2026. Udara Milan terasa berat. Ribuan pendukung berharap kebangkitan. Inter Milan justru menutup laga dengan kepala tertunduk. Skor 1-2 menjadi penanda akhir perjalanan mereka di panggung Liga Champions UEFA musim 2025/2026.
Hasil itu memastikan agregat 2-5 untuk keunggulan Bodo/Glimt. Wakil Norwegia melaju ke babak 16 besar untuk pertama kali dalam sejarah klub. Inter, pemilik tiga gelar juara Eropa, tersingkir di hadapan publik sendiri.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Ratusan Lampu Colok Terangi Malam Ramadhan di Bukit Raya, Tradisi Lama Kembali Hidup
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
- Harga Emas Antam Turun Tipis ke Rp2,992 Juta per Gram
- Kondisi Terkini Andrie Yunus: Masih Dirawat, Belum Bisa Dijenguk
Sejak menit awal, Inter mengambil inisiatif. Sundulan Francesco Pio Esposito melayang tipis di atas mistar. Federico Dimarco melepaskan peluang dari jarak dekat. Nikita Haikin menepis dengan refleks cepat. Marcus Thuram menusuk dari sisi kiri. Umpan silang mengarah ke tengah. Barisan belakang Bodo/Glimt tetap disiplin.
Piotr Zielinski mencoba peruntungan lewat sepakan jarak jauh. Bola meluncur di samping gawang. Dominasi penguasaan bola tak mengubah papan skor. Babak pertama berakhir tanpa gol. Kecemasan mulai terasa di tribun.
Petaka datang pada menit ke-58. Manuel Akanji kehilangan bola di area sendiri. Ole Didrik Blomberg merebut lalu memaksa Yann Sommer melakukan penyelamatan. Bola muntah bergulir liar. Jens Petter Hauge berdiri tanpa kawalan. Sepakan cepat menjebol gawang. Stadion terdiam.
Inter meningkatkan tekanan. Lini belakang mulai terbuka. Serangan balik Bodo/Glimt terasa berbahaya. Menit ke-72, Hauge kembali berperan. Umpan terukur mengarah ke Hakon Evjen. Sepakan rendah meluncur ke pojok bawah. Sommer tak menjangkau. Skor berubah 0-2.
Absennya Lautaro Martinez akibat cedera otot terasa nyata. Lini depan kehilangan daya gedor. Thuram berusaha menembus kepungan bek. Tekel bersih menghentikan laju. Peluang demi peluang menguap.
Harapan sempat muncul pada menit ke-76. Sepak pojok menciptakan kemelut di depan gawang. Alessandro Bastoni mendorong bola melewati garis. Skor menjadi 1-2. Sorak bangkit sesaat. Waktu tersisa kian menipis. Pertahanan Bodo/Glimt tetap kukuh. Disiplin. Tenang. Terorganisir.
Peluit panjang berbunyi. Pemain Inter terdiam. Sebagian menjatuhkan diri di rumput. Bodo/Glimt merayakan pencapaian bersejarah. Rencana permainan dijalankan presisi. Bertahan rapat. Menyerang efektif. Dua peluang berbuah dua gol.
Kekalahan ini menjadi penutup pahit musim Eropa Inter. Kegagalan membalikkan keadaan dari leg pertama menambah luka. San Siro, saksi banyak malam gemilang, menyimpan cerita berbeda kali ini. Laporan pertandingan ini merujuk pada data resmi UEFA serta dokumentasi laga oleh Associated Press yang mencatat jalannya pertandingan di Milan.
Bodo/Glimt kini menanti lawan berikutnya, antara Manchester City atau Sporting Lisbon. Inter kembali ke kompetisi domestik dengan pekerjaan rumah besar. Malam itu, Giuseppe Meazza menjadi panggung sejarah bagi tamu. Bagi tuan rumah, sebuah akhir yang getir. *01*
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar