Hattrick Sorloth Bikin Atletico Madrid Mengamuk, Mimpi Club Brugge Kandas!
MADRID, RIAUKU.COM - Malam masih muda di Riyadh Air Metropolitano, Rabu (25/02/2026) dini hari WIB. Sorak turun dari tribun, mengalun berat di udara Madrid. Atletico Madrid berdiri di ambang kepastian. Satu langkah menuju 16 besar Liga Champions UEFA.
Satu laga menentukan melawan Club Brugge. Skor akhir menunjukkan 4-1. Angka yang tegas. Agregat 7-4. Sebuah pernyataan keras dari tim asuhan Diego Simeone.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Ratusan Lampu Colok Terangi Malam Ramadhan di Bukit Raya, Tradisi Lama Kembali Hidup
- Wabup Rohul Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Selama Bulan Ramadan
- Waduh! IHSG Dibuka Ambrol 2,26 Persen, Jatuh ke Level 6.000
Pertandingan dibuka dengan tempo tinggi. Atletico mencoba menguasai ruang tengah. Brugge bertahan rapat. Serangan balik dilepas cepat, terukur. Intensitas terasa sejak sentuhan pertama.
Menit ke-13 memantik kontroversi. Bola bergerak dari kaki Alexander Sorloth ke sisi kanan. Umpan silang dilepas ke kotak penalti. Giuliano Simeone jatuh dalam duel dengan Simon Mignolet. Stadion bergemuruh meminta penalti. Wasit Clement Turpin tetap pada keputusan. VAR memeriksa. Tak ada pelanggaran.
Brugge membalas. Menit ke-18. Hugo Vetlesen menembak dari dalam kotak. David Hancko memblok di momen genting. Ancaman mereda. Ketegangan bertahan.
Gol pembuka hadir pada menit ke-23. Umpan panjang Jan Oblak meluncur melewati lini tengah. Sorloth menahan kawalan Brandon Mechele. Tembakan kaki kiri dilepas datar. Bola mengarah tepat ke Mignolet. Sang kiper gagal menangkap sempurna. Bola lolos. Skor berubah 1-0.
Keunggulan tak lama. Menit ke-36. Sepak pojok Christos Tzolis melayang ke kotak penalti. Mechele menyentuh tipis. Joel Ordonez menyambar di tiang jauh. Skor imbang 1-1. Dua menit berselang, Vetlesen hampir membalikkan keadaan. Sundulan keras ditepis Oblak. Babak pertama ditutup dalam keseimbangan rapuh.
Selepas jeda, Atletico menaikkan tekanan. Garis pertahanan lebih tinggi. Pergerakan tanpa bola kian intens. Menit ke-48 menjadi milik Johnny Cardoso. Bola sapuan Mechele jatuh di tepi kotak. Cardoso mengontrol dengan dada. Voli kaki kanan dilepas keras. Bola meluncur ke sudut bawah. Mignolet terpaku. Skor 2-1.
Metropolitano bergemuruh. Atletico tak mengendur. Menit ke-57. Umpan silang Matteo Ruggeri menemui kepala Sorloth. Mignolet sigap. Brugge bertahan di bawah tekanan.
Momentum sepenuhnya berpihak pada tuan rumah saat laga memasuki menit ke-76. Marcos Llorente mengirim umpan panjang. Bola bergerak cepat melalui kombinasi lini depan. Antoine Griezmann terlibat dalam alur serangan. Bola kembali ke Sorloth. Tembakan kaki kiri mengarah ke sudut kanan bawah. Skor 3-1.
Brugge kehilangan pijakan. Ruang terbuka di lini belakang. Menit ke-87. Ruggeri kembali mengirim umpan matang ke tiang jauh. Sorloth berdiri bebas. Sentuhan tenang. Hattrick tercipta. Skor 4-1. Malam berubah menjadi panggung pribadi penyerang Norwegia itu.
Statistik memperlihatkan Brugge unggul penguasaan bola, 55 persen. Tembakan tepat sasaran 6 berbanding 5. Expected goals 1,85 melawan 2,32. Angka-angka tak cukup menjelaskan ketajaman Atletico. Efisiensi menjadi pembeda. Penyelesaian akhir menjadi kunci.
Peluit panjang berbunyi. Para pemain Atletico saling berpelukan. Simeone menatap tribun dengan wajah tegas. Tiket 16 besar dalam genggaman. Lawan berikutnya menunggu. Tottenham atau Liverpool.
Metropolitano menyimpan satu kesan kuat malam itu. Atletico tidak sekadar menang. Atletico mengirim pesan. Mereka masih lapar. Mereka belum selesai.
Lampu-lampu Atletico Madrid menyala terang di Riyadh Air Metropolitano, Rabu dini hari, 25 Februari 2026. Udara Madrid menggigit. Sorak turun naik dari tribun. Sebuah malam Eropa yang menuntut keteguhan. Sebuah panggung yang meminta ketajaman.
Atletico menjawabnya dengan amarah yang terukur. Empat gol bersarang ke gawang Club Brugge. Skor 4-1 menutup leg kedua playoff Liga Champions UEFA musim 2025/2026. Agregat 7-4. Tiket 16 besar dalam genggaman.
Laga dibuka dengan tensi tinggi. Brugge menolak tunduk. Disiplin rapat. Serangan balik cepat. Atletico memegang kendali bola. Ritme mengalir deras sejak menit awal.
Menit ke-13 menghadirkan kontroversi. Alexander Sorloth mengirim bola ke sisi kanan. Umpan silang dilepas ke jantung kotak penalti. Giuliano Simeone terjatuh usai kontak dengan Simon Mignolet. Stadion menahan napas. Wasit Clement Turpin menggeleng. VAR menguatkan keputusan. Tak ada penalti.
Brugge merespons. Hugo Vetlesen melepaskan tembakan kaki kiri dari dalam kotak. David Hancko memblok di saat krusial. Ancaman nyata dimentahkan.
Kebuntuan pecah pada menit ke-23. Umpan panjang Jan Oblak meluncur melewati lini tengah. Sorloth menahan kawalan Brandon Mechele. Tembakan kaki kiri dilepas. Arah bola lurus ke pelukan Mignolet. Sang kiper gagal mengantisipasi sempurna. Bola meluncur masuk. Atletico memimpin 1-0.
Keunggulan itu rapuh. Menit ke-36. Sepak pojok Christos Tzolis. Flick Mechele mengarah ke tiang jauh. Joel Ordonez menyambar tanpa ampun. Skor 1-1. Brugge hampir berbalik unggul dua menit kemudian. Sundulan Vetlesen ditepis gemilang oleh Oblak. Babak pertama ditutup dengan ketegangan yang menggantung.
Selepas jeda, Atletico berubah wajah. Lebih tajam. Lebih lapar. Menit ke-48 menjadi panggung Johnny Cardoso. Sapuan Mechele jatuh di tepi kotak penalti. Bola dikontrol dengan dada. Voli kaki kanan dilepaskan. Lesatan deras menghujam sudut bawah gawang. Mignolet terpaku. Skor 2-1.
Brugge mencoba bertahan dalam badai. Sorloth hampir menambah gol lewat sundulan pada menit ke-57. Mignolet sigap kali ini. Harapan tim tamu masih menyala.
Menit ke-76 memadamkan cahaya itu. Skema cepat dibangun dari umpan panjang Marcos Llorente. Kombinasi Ademola Lookman dan Antoine Griezmann mengacak pertahanan. Bola kembali ke kaki Sorloth. Tembakan kaki kiri mengarah ke sudut kanan bawah. Skor berubah 3-1. Stadion bergemuruh.
Panggung belum selesai bagi penyerang Norwegia itu. Menit ke-87. Matteo Ruggeri mengirim umpan matang ke tiang jauh. Sorloth menyambut dengan sentuhan tenang. Hattrick. Skor 4-1. Malam menjadi miliknya.
Statistik mencatat Brugge unggul penguasaan bola 55 persen. Tembakan tepat sasaran 6 berbanding 5. Expected goals 1,85 melawan 2,32. Angka-angka tak sanggup menandingi efisiensi Atletico. Klinis. Dingin. Mematikan.
Pelatih Diego Simeone berdiri di tepi lapangan dengan ekspresi tegas. Timnya melangkah ke 16 besar. Lawan berikutnya menunggu. Tottenham atau Liverpool.
Metropolitano menjadi saksi. Sebuah malam ketika Atletico tak sekadar menang. Mereka mengirim pesan. Di Eropa, mereka belum selesai. *01*
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar