Video 10 Detik Bikin Geger! Bocah Lebam Dipukul Oknum Polisi, Propam Turun Tangan
PEKANBARU, RIAUKU.COM - Sebuah video berdurasi 10 detik beredar luas di media sosial. Isinya menampilkan seorang anak di bawah umur dengan kedua mata lebam. Narasi dalam rekaman itu menyebut bocah tersebut menjadi korban penganiayaan oleh oknum polisi di Pekanbaru. Informasi itu segera memicu reaksi publik.
Dalam video tersebut terlihat seorang anak dengan memar di kedua matanya. Perekam video menyebut peristiwa terjadi saat anak itu sedang berada di luar rumah. Suara dalam rekaman menyatakan anak tersebut dipukul oleh personel yang disebut sebagai Tim RAGA.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
- Kondisi Terkini Andrie Yunus: Masih Dirawat, Belum Bisa Dijenguk
- 29 Hektar Lahan di Pekanbaru dan Sekitarnya Terbakar Akibat Cuaca Panas
“Lihat ini ha, lagi santai-santai, dipukul Tim RAGA, habis matanya. Tak bisa dia melihat lagi,” ujar perekam dalam video yang beredar, Selasa, 24 Februari 2026.
Identitas anak belum diketahui. Lokasi pasti kejadian belum dijelaskan secara rinci. Video singkat itu terlanjur menyebar. Warganet mempertanyakan kebenaran narasi tersebut. Desakan agar aparat memberikan penjelasan muncul di berbagai platform.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Riau, Kombes Pol Harissandi, menyatakan pihaknya telah menerima informasi mengenai dugaan penganiayaan tersebut. Ia menyebut langkah awal telah diambil sesuai arahan pimpinan.
“Kita sudah menerima informasi tersebut dan sudah melakukan penyelidikan sesuai arahan Bapak Kapolda Riau,” kata Harissandi saat dikonfirmasi, Selasa, 24 Februari 2026.
Ia menjelaskan Tim Pengamanan Internal atau Paminal telah diturunkan untuk mendalami peristiwa tersebut. Tim bertugas mengumpulkan fakta. Penelusuran dilakukan untuk memastikan apakah dugaan penganiayaan benar terjadi. Pemeriksaan juga diarahkan untuk mengetahui apakah ada keterlibatan anggota kepolisian.
“Tim Paminal sudah diturunkan untuk mendalaminya. Saat ini kita masih menunggu hasilnya seperti apa,” ujar Harissandi.
Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, disebut telah memberikan instruksi langsung agar kasus tersebut diselidiki secara menyeluruh. Propam diminta bekerja cepat. Proses klarifikasi dilakukan dengan mengedepankan prinsip objektivitas.
Harissandi menegaskan pihaknya belum dapat memastikan adanya keterlibatan oknum anggota polisi. Kesimpulan akan disampaikan setelah proses pemeriksaan selesai. Propam menunggu hasil pendalaman di lapangan.“Untuk kejadian itu, sesuai petunjuk Kapolda Riau, memerintahkan saya untuk melakukan penyelidikan,” ujarnya.
Ia menekankan publik diminta menunggu hasil resmi. Proses investigasi internal membutuhkan waktu. Setiap dugaan pelanggaran akan diproses sesuai ketentuan disiplin maupun kode etik apabila terbukti.
Peredaran video tersebut menambah deretan kasus yang menjadi sorotan publik terkait dugaan kekerasan terhadap anak. Masyarakat berharap ada transparansi. Kepastian hukum dinilai penting untuk menjaga kepercayaan.*son/01*
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar