Harga Sawit Riau Anjlok! TBS Umur 9 Tahun Turun Hampir 4 Persen
PEKANBARU, RIAUKU.COM - Dinas Perkebunan Provinsi Riau merilis penetapan harga tandan buah segar kelapa sawit kemitraan swadaya untuk periode 25 Februari hingga 3 Maret 2026. Hasil rapat tim menunjukkan penurunan harga pada hampir seluruh kelompok umur tanaman. Penurunan tertinggi terjadi pada kelompok umur 9 tahun.
Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau, Defris Hatmaja, menyebut penurunan pada kelompok umur 9 tahun mencapai Rp144,82 per kilogram atau setara 3,98 persen dibanding periode sebelumnya. Harga pembelian TBS petani untuk satu pekan ke depan ditetapkan menjadi Rp3.497,26 per kilogram. Harga cangkang berada di angka Rp22,60 per kilogram.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Ratusan Lampu Colok Terangi Malam Ramadhan di Bukit Raya, Tradisi Lama Kembali Hidup
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
- Waduh! IHSG Dibuka Ambrol 2,26 Persen, Jatuh ke Level 6.000
Indeks K yang digunakan dalam periode ini sebesar 92,66 persen. Harga penjualan crude palm oil turun Rp771,77 per kilogram. Harga kernel turun Rp74,00 per kilogram dibanding pekan lalu. Tekanan pada dua komponen tersebut memengaruhi perhitungan akhir harga TBS di tingkat petani.
Beberapa pabrik kelapa sawit tidak melakukan penjualan pada periode berjalan. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13 Tahun 2024 Pasal 16 menjadi rujukan tim penetapan harga. Harga CPO dan kernel yang digunakan merupakan harga rata-rata tim. Validasi kedua mengacu pada harga rata-rata KPBN.
Harga rata-rata CPO KPBN periode ini tercatat Rp14.142,50 per kilogram. Harga kernel KPBN sebesar Rp13.575,00 per kilogram. Angka tersebut menjadi dasar perhitungan dalam rapat tim provinsi.
Defris menyebut penurunan harga pekan ini lebih disebabkan oleh melemahnya harga CPO serta kernel di pasar. Faktor eksternal memberi dampak langsung pada harga TBS. Fluktuasi global memengaruhi struktur harga di daerah penghasil.
Penetapan harga dilakukan secara rutin setiap pekan. Tim melibatkan berbagai unsur. Perwakilan perusahaan. Koperasi. Pemerintah daerah. Mekanisme transparansi diklaim terus diperbaiki. Tata kelola penetapan harga disebut semakin tertib.
Defris menyatakan perbaikan tata kelola merupakan upaya serius seluruh pemangku kepentingan. Dukungan datang dari Pemerintah Provinsi Riau serta Kejaksaan Tinggi Riau. Komitmen bersama diharapkan memberi kepastian bagi petani. Stabilitas harga menjadi tujuan jangka panjang.
Berikut daftar harga TBS kelapa sawit kemitraan swadaya Provinsi Riau periode Nomor 06 tanggal 25 Februari hingga 3 Maret 2026.
- Umur 3 tahun Rp2.711,20.
- Umur 4 tahun Rp3.021,67.
- Umur 5 tahun Rp3.240,61.
- Umur 6 tahun Rp3.364,80.
- Umur 7 tahun Rp3.440,88.
- Umur 8 tahun Rp3.482,28.
- Umur 9 tahun Rp3.497,26.
- Umur 10 hingga 20 tahun Rp3.462,01.
- Umur 21 tahun Rp3.404,82.
- Umur 22 tahun Rp3.338,66.
- Umur 23 tahun Rp3.263,41.
- Umur 24 tahun Rp3.206,35.
- Umur 25 tahun Rp3.159,64.
- Umur 26 tahun Rp3.142,78.
- Umur 27 tahun Rp3.116,81.
- Umur 28 tahun Rp3.067,51.
- Umur 29 tahun Rp3.031,20.
- Umur 30 tahun Rp2.948,20.
Harga tertinggi berada pada kelompok umur 9 tahun. Tren menurun terlihat pada tanaman usia lanjut. Produktivitas memengaruhi nilai jual. Struktur harga mencerminkan potensi hasil panen.
Defris menutup pernyataan dengan harapan peningkatan pendapatan petani tetap terjaga dalam jangka panjang. Stabilitas harga menjadi faktor penting bagi kesejahteraan masyarakat perkebunan. Fluktuasi pekanan menjadi bagian dinamika pasar sawit. Petani kembali menanti perkembangan harga pada periode berikutnya.*01*
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar