Rp246 Juta Menguap? Mesin AMDK BUMDes Muntai Barat Mangkrak
BENGKALIS, RIAUKU.COM - Unit usaha Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) milik Badan Usaha Milik Desa Muntai Barat, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, kini menjadi perbincangan warga. Mesin produksi yang dibeli pada 2022 dengan anggaran Rp123 juta tidak lagi beroperasi. Aktivitas yang sempat berjalan pada awal pengadaan berhenti dalam hitungan bulan. Sejak itu mesin disebut tak pernah difungsikan kembali.
Lokasi unit usaha berada di Jalan Penurun, Dusun Indah Sari. Bangunan gudang berdiri. Pintu tertutup. Suasana lengang. Tidak tampak aktivitas produksi maupun distribusi. Warga menyebut kondisi tersebut telah berlangsung hampir empat tahun.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Ratusan Lampu Colok Terangi Malam Ramadhan di Bukit Raya, Tradisi Lama Kembali Hidup
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
- Harga Emas Antam Turun Tipis ke Rp2,992 Juta per Gram
Pengadaan mesin AMDK pada 2022 sempat digadang sebagai langkah strategis. Unit usaha diproyeksikan menjadi unggulan BUMDes. Harapan muncul terhadap peningkatan Pendapatan Asli Desa. Dana desa dikucurkan. Rencana produksi disusun. Optimisme sempat terasa di tengah masyarakat.
Selain mesin produksi senilai Rp123 juta, pada tahun yang sama dialokasikan Rp123 juta untuk pembangunan gudang BUMDes. Total anggaran mencapai Rp246 juta untuk dua komponen utama. Nilai tersebut belum termasuk pembelian kendaraan operasional.
Seorang warga, Sabri, mengingat awal beroperasinya mesin tersebut. Produksi berjalan beberapa bulan. Botol air minum sempat dipasarkan di sekitar desa. Aktivitas berhenti tanpa penjelasan terbuka kepada masyarakat. “Awalnya sempat produksi, tapi cuma beberapa bulan. Setelah itu berhenti sampai sekarang,” ujar Sabri, Selasa (24/02/2026).
Kondisi mesin kini disebut tidak berjalan maksimal. Dugaan kerusakan mencuat. Perawatan tidak terdengar dilakukan. Tidak ada informasi resmi mengenai kendala teknis maupun manajerial. Gudang yang dibangun dengan dana ratusan juta rupiah lebih sering tertutup.
Masalah lain muncul pada kendaraan operasional. Satu unit mobil Mitsubishi L300 bekas dibeli untuk mendukung distribusi. Kendaraan itu kini dilaporkan rusak. Mobil tersimpan di gudang. Tidak lagi digunakan untuk kegiatan usaha. “Mobil L300 yang dibeli untuk operasional juga sudah rusak dan disimpan di gudang,” kata Sabri.
Situasi tersebut memunculkan pertanyaan tentang efektivitas perencanaan. Pengelolaan usaha desa dinilai belum memberi hasil nyata. Aset yang dibeli dengan dana publik tidak memberikan kontribusi terhadap pendapatan desa. Harapan peningkatan ekonomi lokal belum terwujud.
BUMDes seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi desa. Unit usaha dirancang untuk menciptakan lapangan kerja. Perputaran uang diharapkan terjadi di tingkat lokal. Kondisi mangkrak menimbulkan kekecewaan. Warga menginginkan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan aset.
Sabri berharap ada peninjauan ulang. Transparansi diperlukan. Penjelasan resmi dinantikan masyarakat. Dana desa bersumber dari anggaran negara. Penggunaan anggaran menuntut akuntabilitas.
Hingga berita ini diterbitkan, Penjabat Kepala Desa Muntai Barat, Jayusni, belum memberikan keterangan resmi meski telah dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp. Pihak pemerintah desa belum menyampaikan penjelasan mengenai kondisi terkini mesin AMDK maupun kendaraan operasional. Pengelola BUMDes juga belum memberi tanggapan.
Bangunan gudang masih berdiri di Jalan Penurun. Mesin produksi berada di dalamnya. Mobil operasional tersimpan tanpa aktivitas. Anggaran ratusan juta rupiah telah digelontorkan. Manfaat ekonomi belum terlihat. Warga menunggu kepastian. Evaluasi menjadi harapan. Transparansi menjadi tuntutan.*01*
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar