Ramadan Disapu Razia! Satpol PP Bidik Pelajar Bolos di Rental Playstation
PEKANBARU, RIAUKU.COM — Bulan Ramadan yang mestinya menjadi ruang teduh bagi remaja untuk menata disiplin dan spiritualitas, justru kerap berubah menjadi celah pelanggaran. Tahun ini, pemerintah daerah tak ingin kecolongan. Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Riau memastikan akan menggencarkan pengawasan terhadap pelajar yang kedapatan bolos sekolah saat jam belajar.
Langkah itu tak dilakukan sendiri. Kepala Satpol PP Riau, drg Sri Sadono, mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pekanbaru untuk melakukan pengawasan terpadu, terutama di wilayah ibu kota provinsi.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Ratusan Lampu Colok Terangi Malam Ramadhan di Bukit Raya, Tradisi Lama Kembali Hidup
- Wabup Rohul Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Selama Bulan Ramadan
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
“Sistemnya kolaborasi dan kerja sama. Kita akan melakukan pengawasan serta penertiban terhadap anak sekolah yang berada di luar sekolah saat jam pelajaran,” ujar Sadono.
Sasaran razia bukan hanya jalanan. Petugas akan menyisir sejumlah titik yang selama ini dikenal sebagai tempat berkumpulnya pelajar saat jam sekolah: rental game, warung internet, taman kota, hingga sudut-sudut ruang publik. Salah satu lokasi yang masuk radar adalah Taman Hutan Kota Pekanbaru, yang kerap menjadi tempat nongkrong pelajar.
Fenomena pelajar menghabiskan waktu di depan layar permainan digital pada jam belajar bukan cerita baru. Namun dalam beberapa tahun terakhir, intensitasnya meningkat. Game daring yang semakin mudah diakses melalui gawai pribadi maupun rental komputer membuat kontrol semakin longgar. Ramadan, dengan jadwal belajar yang lebih singkat, sering dimaknai sebagian remaja sebagai ruang bebas tanpa pengawasan.
Sadono menegaskan, operasi ini bukan semata penegakan peraturan daerah, melainkan upaya pencegahan. “Tindakan ini dilakukan untuk mencegah pelajar terlibat aktivitas negatif atau menimbulkan gangguan ketertiban umum,” katanya.
Kekhawatiran pemerintah bukan tanpa alasan. Kebiasaan bolos demi bermain game berisiko membentuk pola disiplin yang rapuh. Ketika rutinitas belajar tergeser oleh kesenangan instan, yang terancam bukan hanya nilai rapor, melainkan juga daya tahan mental dan tanggung jawab pribadi. Dalam jangka panjang, kecanduan game dapat menurunkan konsentrasi, memicu kelelahan, bahkan mengganggu relasi sosial.
Di sisi lain, Dinas Pendidikan Provinsi Riau sebenarnya telah menyesuaikan sistem pembelajaran selama Ramadan 1447 Hijriah. Melalui Surat Edaran Nomor 100.3.4.1/DISDIK12/2026/44 tertanggal 4 Februari 2026, Disdik mengatur jadwal belajar agar tetap efektif namun ramah bagi siswa yang berpuasa.
Libur awal Ramadan ditetapkan pada 18–20 Februari 2026. Kegiatan belajar mengajar berlangsung 23 Februari hingga 13 Maret 2026, dengan durasi maksimal enam jam pelajaran per hari dan setiap jam berdurasi 30 menit. Artinya, secara struktural beban belajar sudah diringankan.
Namun kebijakan administratif saja tak cukup bila tak diiringi kedisiplinan. Di titik inilah razia menjadi simbol pesan tegas: ruang publik bukan tempat pelarian dari kewajiban sekolah. Pemerintah ingin memastikan Ramadan tidak dijadikan alasan untuk memperlonggar tanggung jawab.
Upaya ini sekaligus menjadi peringatan bagi orang tua. Pengawasan tak bisa sepenuhnya dibebankan kepada sekolah atau aparat. Ketika anak lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai dan permainan digital, keluarga adalah benteng pertama.
Ramadan seharusnya menjadi momentum memperbaiki kebiasaan, bukan mempertebal candu. Razia mungkin hanya berlangsung sebulan. Tetapi peringatan terhadap budaya bolos dan kecanduan game, jika tak ditangani serius, bisa berdampak jauh lebih lama dari sekadar satu musim puasa.*01*
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar