Mexico Membara! Bos Kartel Tewas, 55 Orang Terkapar
MEXICO CITY, RIAUKU.COM - Langit di Tapalpa, negara bagian Jalisco, masih biru ketika suara tembakan memecah perbukitan pada Minggu (22/02/2026) siang. Aparat militer Meksiko bergerak mengepung sebuah lokasi yang diyakini menjadi titik persembunyian Nemesio Ruben Oseguera Cervantes, pria yang lebih dikenal dengan nama Nemesio Oseguera Cervantes atau El Mencho. Operasi itu dirancang untuk menangkapnya hidup-hidup. Kenyataan di lapangan berkata lain.
Baku tembak berlangsung sengit. Asap mesiu menggantung rendah. Oseguera terluka dalam pertempuran tersebut. Ia diterbangkan menuju Mexico City untuk mendapatkan perawatan. Nyawanya tak tertolong di tengah perjalanan.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Ratusan Lampu Colok Terangi Malam Ramadhan di Bukit Raya, Tradisi Lama Kembali Hidup
- Wabup Rohul Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Selama Bulan Ramadan
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
Kabar kematian pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco atau CJNG menyebar cepat. Reaksi muncul hampir serentak di berbagai wilayah. Jalan-jalan diblokir. Kendaraan dibakar. Toko dan pom bensin menjadi sasaran amuk massa bersenjata. Sedikitnya 20 negara bagian terdampak aksi balasan yang diduga dilakukan jaringan kartel.
Menteri Keamanan Omar Garcia Harfuch melaporkan sedikitnya 25 anggota Garda Nasional tewas dalam rangkaian bentrokan susulan. Seorang penjaga penjara dan seorang pegawai kejaksaan negara bagian ikut menjadi korban. Di sisi lain, 30 orang yang disebut sebagai anggota organisasi kriminal Oseguera dilaporkan tewas. Angka itu belum menghitung delapan tersangka yang ditembak mati dalam operasi awal. Tiga tentara mengalami luka.
Ibu kota negara bagian, Guadalajara, berubah sunyi. Sekolah menutup gerbang. Toko dan apotek mematikan lampu. Pom bensin berhenti melayani. Transportasi umum dihentikan. Acara publik dibatalkan. Jalan raya lengang seperti kota mati.
Di Puerto Vallarta, kota wisata yang biasanya riuh turis, suasana mencekam. Wisatawan berlindung di hotel. Sejumlah penerbangan domestik dan internasional dibatalkan. Maskapai dari Amerika Serikat dan Kanada menghentikan rute menuju Guadalajara dan Puerto Vallarta. Beberapa pesawat terpaksa berputar balik di udara.
Maria Medina, pekerja pom bensin yang menjadi sasaran pembakaran, masih mengingat wajah pria-pria bersenjata yang datang mendadak. Mereka memerintahkan semua orang keluar. Ia berlari mencari perlindungan di warung taco terdekat. Ketakutan menyelimuti kota.
Gubernur Jalisco, Pablo Lemus Navarro, menetapkan status darurat “kode merah”. Pemerintah pusat mengirim 2.500 tentara tambahan ke wilayah tersebut. Jalisco dijadwalkan menjadi tuan rumah empat pertandingan Piala Dunia musim panas mendatang. Bayang-bayang ketidakstabilan menjadi perhatian serius.
Presiden Claudia Sheinbaum meminta warga tetap tenang. Koordinasi antara pemerintah federal dan negara bagian terus dilakukan. Situasi disebut mulai terkendali, meski status siaga tinggi masih diberlakukan.
Kematian Oseguera menjadi pukulan besar bagi CJNG. Dampaknya menunjukkan betapa dalam akar kekuatan kartel itu mencengkeram wilayah. Dalam hitungan jam, satu kematian memantik kekerasan berantai. Kota wisata lumpuh. Jalan raya berubah menjadi barikade api. Meksiko kembali dihadapkan pada pertanyaan lama tentang perang panjang melawan kartel narkoba yang belum menemukan ujungnya.*01*
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar