Tertinggal 0-2, Olympiacos Siap Balas Dendam Malam Ini di Markas Bayer Leverkusen!
LEVERKUSEN, RIAUKU.COM - Lampu-lampu BayArena akan kembali menyala terang pada Rabu (25/02/2026) pukul 03.00 WIB nanti. Di stadion kebanggaan mereka, Bayer Leverkusen bersiap menuntaskan pekerjaan saat menjamu Olympiacos pada leg kedua playoff fase gugur UEFA Champions League musim 2025-2026. Pertandingan ini akan disiarkan langsung melalui platform Vidio.
Leverkusen datang dengan posisi yang relatif nyaman. Keunggulan agregat 2-0 membuat wakil Jerman itu punya ruang untuk mengontrol ritme laga. Mereka tak perlu tergesa-gesa, cukup bermain disiplin dan menjaga intensitas agar tak memberi celah bagi tim tamu.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Ratusan Lampu Colok Terangi Malam Ramadhan di Bukit Raya, Tradisi Lama Kembali Hidup
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
- Harga Emas Antam Turun Tipis ke Rp2,992 Juta per Gram
Namun, keunggulan itu bukan tanpa ancaman. Pada fase liga 20 Januari lalu, Olympiacos pernah mempermalukan Leverkusen dengan skor 2-0. Hasil tersebut menjadi pengingat bahwa pertandingan belum sepenuhnya aman. Satu gol cepat dari tim tamu bisa mengubah suasana dan menghadirkan tekanan baru di BayArena.
Secara performa, Leverkusen sebenarnya tengah berada dalam tren positif. Enam kemenangan diraih dari delapan laga terakhir di semua kompetisi. Meski demikian, kekalahan tipis 0-1 dari Union Berlin di Bundesliga sempat mengusik kepercayaan diri mereka. Saat ini, Leverkusen duduk di peringkat keenam klasemen liga domestik, membuat target ganda tetap terbuka: lolos ke babak 16 besar Liga Champions sekaligus mengamankan tiket kompetisi Eropa musim depan.
Kekuatan utama Leverkusen terletak pada rekor kandang. Empat laga kandang terakhir selalu dimenangkan dengan catatan clean sheet. Di kompetisi Eropa, mereka hanya dua kali kalah dari 18 pertandingan kandang terakhir, dengan rincian 11 kemenangan dan lima hasil imbang. Statistik itu menegaskan BayArena sebagai benteng yang sulit ditembus.
Di sisi lain, Olympiacos datang dengan cerita yang lebih berliku. Wakil Yunani itu sempat terseok di awal fase liga sebelum bangkit dengan tiga kemenangan beruntun untuk memastikan tiket playoff. Namun, performa terbaru mereka belum sepenuhnya meyakinkan. Hanya satu kemenangan diraih dalam empat laga terakhir, bahkan tiga di antaranya tanpa mencetak gol.
Kemenangan 2-0 atas Panetolikos akhir pekan lalu memang memberi suntikan moral. Tetapi bertandang ke Jerman menghadapi tim dengan rekor kandang solid jelas menghadirkan tantangan berbeda.
Dari sisi komposisi pemain, Leverkusen kehilangan beberapa nama. Mark Flekken absen akibat cedera lutut, Loic Bade mengalami masalah hamstring, sementara Nathan Tella dan Eliesse Ben Seghir juga masih dalam pemulihan. Di lini depan, Patrik Schick diproyeksikan menjadi ujung tombak dengan dukungan kreativitas dari Ibrahim Maza dan Ernest Poku. Pelatih Kasper Hjulmand kemungkinan tetap mengandalkan formasi 3-4-2-1 untuk menjaga keseimbangan.
Olympiacos hampir tampil dengan kekuatan penuh. Hanya Theofanis Bakoulas yang absen karena cedera ligamen. Di lini serang, kombinasi Mehdi Taremi, Gelson Martins, Daniel Podence, dan Ayoub El Kaabi siap memberi tekanan sejak menit awal. Pelatih Jose Luis Mendilibar diprediksi menerapkan pendekatan agresif demi mengejar defisit dua gol.
Pertanyaannya kini sederhana: apakah Leverkusen mampu menjaga ketenangan dan menuntaskan misi di kandang sendiri, atau justru Olympiacos kembali menghadirkan kejutan seperti pertemuan sebelumnya? Jawabannya akan terungkap ketika peluit pertama dibunyikan dan BayArena kembali menjadi panggung drama Eropa.*01*
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar