Trump Ancam Serang Iran, Kemlu Pastikan WNI Aman dan Siapkan Evakuasi Darurat

Ilustrasi. KBRI di Teheran siapkan opsi evakuasi WNI dari Iran jika situasi memanas.

INTERNASIONAL,RIAUKU – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menggempur Iran dalam beberapa hari ke depan. Di tengah ancaman perang itu, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) memastikan kondisi warga negara Indonesia (WNI) di Iran hingga kini masih aman dan terkendali.


Pelaksana Tugas Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, mengatakan pemerintah Indonesia terus memantau perkembangan situasi melalui koordinasi intensif dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran.
“KBRI Teheran senantiasa memantau dan menjalin komunikasi aktif dengan para WNI. Hingga saat ini tidak terdapat laporan WNI yang menghadapi ancaman langsung maupun situasi yang membahayakan keselamatan,” ujar Heni dalam pernyataan tertulis, Senin (23/2).


Heni menyebut situasi di Teheran dan sejumlah kota lain di Iran masih terpantau normal dan kondusif. Namun, Indonesia tetap memberlakukan Status Siaga 1 sejak Juni 2025 sebagai langkah antisipasi jika konflik memburuk.
Kemlu juga telah mengimbau WNI di Iran untuk mempertimbangkan meninggalkan negara tersebut secara mandiri jika kondisi keamanan tidak kondusif. Di sisi lain, pemerintah Indonesia tetap menyiapkan rencana kontingensi, termasuk jalur evakuasi darurat melalui berbagai opsi rute.
“Semua plan contingency tetap disiagakan, termasuk berbagai opsi jalur evakuasi apabila dibutuhkan,” tegas Heni.


Kemlu mengingatkan seluruh WNI di Iran untuk meningkatkan kewaspadaan, mengikuti perkembangan situasi terkini, dan terus menjalin komunikasi dengan KBRI Teheran.


Sejumlah negara lain seperti Swedia, Serbia, dan India sebelumnya telah meminta warganya meninggalkan Iran. Kedutaan Besar India di Teheran bahkan mengimbau seluruh warga, termasuk pelajar dan turis, segera pulang menggunakan penerbangan komersial yang tersedia.


Ancaman serangan Amerika Serikat muncul di tengah negosiasi nuklir yang masih berlangsung. Trump disebut ingin Iran membatasi program nuklir dan rudal balistiknya, sementara Iran menolak negosiasi di bawah tekanan dan menyatakan siap perang jika terus diprovokasi.04

Sumber : CNN 


    Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi, serta foto atau video yang memiliki nilai berita.

    Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.