Pemerintah Usulkan Tambahan Anggaran Revitalisasi 60 Ribu Sekolah

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti (kanan) bersama Bupati Jember Muhammad Fawait meresmikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Balung yang telah direvitalisasi di Kabupaten Jember, Jawa Timur.(antarafoto)

JEMBER, RIAUKU.COM — Suasana halaman sekolah yang baru direvitalisasi di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu lalu, terasa berbeda. Dinding yang sebelumnya kusam kini tampak cerah, atap yang dulu bocor telah terganti, dan ruang kelas berdiri lebih kokoh menyambut para siswa. Di tengah suasana itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan pesan besar: pemerintah tengah mengusulkan tambahan anggaran untuk memperluas program revitalisasi sekolah secara masif pada tahun ini.

Menurut Abdul Mu’ti, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengajukan tambahan anggaran guna menambah 60.000 sekolah dalam program revitalisasi 2026. Program ini merupakan bagian dari prioritas nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kualitas pendidikan melalui perbaikan sarana dan prasarana sekolah.

“Revitalisasi ini adalah wujud komitmen pemerintah agar anak-anak Indonesia belajar di lingkungan yang layak, aman, dan berkualitas,” ujar Abdul Mu’ti saat meresmikan sekolah hasil revitalisasi di Jember.

Pada 2025, pemerintah telah menuntaskan revitalisasi 16.167 sekolah di berbagai daerah di Indonesia, atau mencapai 100 persen dari target yang ditetapkan. Capaian tersebut menjadi fondasi penting bagi perluasan program di tahun berikutnya.

Untuk tahun ini, anggaran negara sebenarnya telah mengalokasikan dana revitalisasi bagi sekitar 11.470 sekolah. Namun, apabila usulan tambahan anggaran disetujui, jumlah sekolah yang akan diperbaiki sepanjang 2026 dapat melonjak hingga lebih dari 71.000 unit secara nasional.

Menteri Abdul Mu’ti menegaskan harapannya agar sebelum 2029 seluruh sekolah di Indonesia telah tersentuh program revitalisasi. Target ambisius ini menjadi bagian dari visi jangka menengah pemerintah dalam membangun fondasi pendidikan yang merata dan berkeadilan.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa pelaksanaan revitalisasi tahun ini menggunakan sistem swakelola oleh masing-masing sekolah. Program tersebut disusun berdasarkan hasil riset dan pemetaan kebutuhan yang dilakukan kementerian, sehingga perbaikan dapat tepat sasaran sesuai kondisi riil di lapangan.

Pendekatan ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar. Pemerintah mendorong penggunaan bahan bangunan dari toko-toko lokal serta melibatkan tenaga kerja dari komunitas setempat.

“Material konstruksi diprioritaskan dari toko lokal, dan tenaga kerja juga melibatkan warga sekitar. Dengan begitu, program ini sekaligus menggerakkan perekonomian daerah,” kata Abdul Mu’ti.

Di Jember sendiri, tantangan perbaikan infrastruktur pendidikan masih sangat besar. Bupati Jember Muhammad Fawait mengungkapkan bahwa pada awal masa jabatannya di awal 2025, tercatat 1.532 bangunan sekolah dalam kondisi rusak berat. Angka tersebut belum termasuk sekolah dengan kerusakan ringan maupun sedang.

Kondisi itu, menurut Fawait, menjadi beban besar yang sulit diselesaikan hanya dengan mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Oleh karena itu, dukungan pemerintah pusat melalui program revitalisasi sangat krusial.

Berdasarkan pembaruan Data Pokok Pendidikan, pada 2025 Jember memperoleh kuota 124 sekolah dalam program revitalisasi nasional. Untuk 2026, Pemerintah Kabupaten Jember telah mengajukan lebih dari 300 sekolah rusak berat agar dapat masuk dalam tahap berikutnya.

Bagi banyak daerah, revitalisasi bukan sekadar proyek pembangunan, melainkan harapan baru bagi generasi muda. Ruang kelas yang aman dan nyaman diyakini mampu meningkatkan semangat belajar siswa serta kinerja para guru.

Dengan rencana perluasan hingga puluhan ribu sekolah, pemerintah tengah mengirimkan pesan kuat bahwa pendidikan menjadi prioritas utama. Jika seluruh target tercapai sebelum 2029, wajah sekolah-sekolah di Indonesia diharapkan berubah signifikan—lebih layak, lebih modern, dan lebih siap mencetak generasi masa depan bangsa.*03*

 


    Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi, serta foto atau video yang memiliki nilai berita.

    Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.