Serie A Italia

Milan Tumbang dari Parma di Kandang, Scudetto Kian Menjauh

Pemain Parma, Mateo Pellegrino, dihadang dua pemain AC Milan, Strahinja Pavlovic dan Adrien Rabiot, dalam pertandingan Serie A, Senin (23/2/2025) malam WIB. (Spada/AP)

MILAN, RIAUKU.COM - Langkah AC Milan dalam perburuan gelar Serie A musim 2025/2026 tersendat. Bermain di kandang sendiri, Stadion San Siro, Senin (23/2/2026) dini hari WIB, Rossoneri harus mengakui keunggulan Parma dengan skor tipis 0-1 pada pekan ke-26 Serie A.

Kekalahan ini terasa menyakitkan karena datang saat Milan berambisi kembali ke jalur kemenangan usai hasil imbang melawan Como di laga sebelumnya. Alih-alih bangkit, pasukan asuhan Massimiliano Allegri justru terpeleset di hadapan publik sendiri.

Sejak peluit awal dibunyikan, Milan tampil dominan dalam penguasaan bola dan berupaya menekan pertahanan Parma. Christian Pulisic menjadi salah satu motor serangan utama. Ia memperoleh peluang emas setelah menerima bola dari Alexis Saelemaekers, tetapi tembakannya dari sudut sempit mampu diblok kiper Edoardo Corvi.

Tekanan tuan rumah berlanjut. Rafael Leao dan Adrien Rabiot ikut mencoba peruntungan, namun penyelesaian akhir yang kurang tajam membuat peluang demi peluang terbuang sia-sia. Parma sesekali memberi ancaman lewat serangan balik cepat, tetapi hingga turun minum skor tetap bertahan 0-0.

Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan meningkat. Milan hampir memecah kebuntuan pada menit ke-54 ketika umpan terobosan Saelemaekers mengarah ke Leao. Namun Corvi kembali tampil sigap menepis bola. Rabiot yang mencoba menyambar bola liar pun gagal setelah tembakannya diblok pemain bertahan Parma.

Nasib kurang beruntung kembali menghampiri Milan pada menit ke-64. Tendangan akrobatik Leao yang sudah mengecoh kiper justru membentur tiang gawang. Publik San Siro hanya bisa terdiam menyaksikan peluang emas itu terbuang.

Petaka datang pada menit ke-80. Dari situasi sepak pojok, Mariano Troilo menyundul bola masuk ke gawang yang dikawal Mike Maignan. Gol sempat dianulir wasit karena dugaan pelanggaran dalam prosesnya. Namun setelah peninjauan Video Assistant Referee (VAR) selama hampir lima menit, keputusan berubah. Gol disahkan dan Parma unggul 1-0.

Tertinggal satu gol, Milan meningkatkan tekanan di sisa waktu pertandingan. Niclas Fullkrug mendapatkan peluang lewat sepakan keras, tetapi bola melebar tipis dari sasaran. Upaya demi upaya tak membuahkan hasil hingga peluit panjang dibunyikan.

Hasil ini menjadi kekalahan pertama Milan setelah rangkaian panjang 24 laga tak terkalahkan di Serie A. Rossoneri tetap berada di posisi kedua dengan 54 poin, namun kini tertinggal 10 angka dari rival sekota, Inter Milan, yang kokoh di puncak klasemen.

Sementara itu, kemenangan ini menjadi yang ketiga secara beruntun bagi Parma. Tim asuhan Carlos Cuesta naik ke peringkat ke-12 dengan koleksi 32 poin, menjauh dari zona bawah klasemen.

Kekalahan di kandang sendiri menjadi alarm bagi Milan. Dominasi permainan tanpa efektivitas di depan gawang menjadi persoalan yang harus segera dibenahi jika mereka tak ingin jarak dengan Inter semakin melebar. Dengan kompetisi yang memasuki fase krusial, setiap poin kini menjadi sangat berharga dalam perburuan gelar.*03*

 


    Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi, serta foto atau video yang memiliki nilai berita.

    Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.