Bikin Haru! Induk Gajah Kibaskan Telinga Usai Anaknya Diselamatkan, Isyarat Ucapkan Terima Kasih?
SIAK, RIAUKU.COM — Suasana haru menyelimuti kawasan Desa Rantau Bertuah, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Riau, ketika seekor anak gajah yang terperosok ke dalam septic tank akhirnya berhasil dievakuasi dan dikembalikan ke pangkuan induknya. Namun bukan hanya proses penyelamatan yang menyita perhatian, melainkan reaksi sang induk sesaat setelah anaknya dilepaskan.
Bupati Siak, Afni Zulkifli, yang meninjau langsung peristiwa tersebut, menyoroti gestur induk gajah yang dinilainya berbeda dari biasanya. Ia menyebut ada isyarat yang seolah menjadi bentuk “ucapan terima kasih” kepada warga dan petugas yang telah membantu menyelamatkan anaknya.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Ratusan Lampu Colok Terangi Malam Ramadhan di Bukit Raya, Tradisi Lama Kembali Hidup
- Wabup Rohul Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Selama Bulan Ramadan
- Harga Emas Antam Turun Tipis ke Rp2,992 Juta per Gram
“Ketika anaknya dilepaskan, telinganya tidak mengeras. Biasanya kalau telinga mengeras itu tanda gajah sedang marah atau siaga. Tapi ini dia justru mengibas-ngibaskan telinganya dengan lembut,” ujar Afni, Minggu (22/2/2026).
Menurut Afni, kibasan telinga yang pelan dan tidak agresif itu menjadi penanda bahwa induk gajah tidak lagi dalam kondisi terancam. Bahkan, ia menilai gerakan tersebut bisa dimaknai sebagai respons positif setelah anaknya kembali dengan selamat.
Peristiwa bermula ketika seekor anak gajah betina yang diperkirakan berusia antara satu minggu hingga satu bulan terperosok ke dalam septic tank di area mess karyawan perusahaan. Lubang sedalam sekitar dua hingga 2,5 meter itu membuat si kecil terjebak dan terus mengeluarkan suara raungan.
Raungan itulah yang diduga memicu kepanikan kawanan. Induk dan kelompoknya berupaya mendekat dan mencoba menolong, namun keterbatasan kondisi membuat mereka tidak mampu mengangkat anak tersebut. Situasi pun berubah menjadi tidak terkendali hingga terjadi pengrusakan bangunan di sekitar lokasi.
Setelah tim dari Balai Besar KSDA Riau, Wildlife Rescue Unit (WRU), serta aparat kepolisian dan pihak perusahaan turun tangan, proses evakuasi dilakukan secara manual. Selama kurang lebih 45 menit, petugas berupaya menarik tubuh anak gajah keluar dari lubang dengan penuh kehati-hatian.
Begitu berhasil diangkat, anak gajah itu langsung diarahkan mendekati area greenbelt, tempat kawanan menunggu. Momen yang terjadi sesudahnya menjadi sorotan.
Kawanan gajah yang sebelumnya bertahan di sekitar lokasi tampak membuka ruang. Induknya segera mendekat, berdiri di sisi anaknya, lalu mengelilingi tubuh kecil tersebut seolah memastikan kondisinya benar-benar aman. Tidak terlihat gerakan agresif ke arah petugas maupun warga.
“Begitu anaknya kembali, induknya langsung melindungi dan berdiri sangat dekat. Itu naluri yang luar biasa. Mereka tidak mengganggu kalau tidak diganggu,” kata Afni.
Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar memastikan situasi berangsur kondusif setelah anak gajah dikembalikan. Kawanan kemudian perlahan bergerak meninggalkan kawasan permukiman dan kembali masuk ke wilayah hutan.
Kepala Balai Besar KSDA Riau, Supartono, menjelaskan bahwa lokasi kejadian memang berada di jalur lintasan kelompok gajah Petapahan–Minas yang berjumlah sekitar 11 hingga 13 individu. Interaksi ini, menurutnya, menjadi gambaran nyata semakin beririsan ruang hidup satwa liar dengan aktivitas manusia.
Namun di tengah ketegangan itu, reaksi lembut sang induk menyisakan pelajaran mendalam. Bahwa di balik tubuh besarnya, gajah memiliki naluri keibuan yang kuat—melindungi, menunggu, dan memastikan anaknya selamat.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa konflik satwa liar tidak selalu berakar pada agresivitas, melainkan sering kali dipicu oleh situasi darurat yang menyentuh naluri paling dasar: kasih sayang seorang ibu kepada anaknya.*03*
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar