Detik-Detik Menegangkan! Bayi Gajah 1 Bulan Terperosok Septic Tank Akhirnya Diselamatkan
SIAK, RIAUKU.COM — Suasana tegang menyelimuti kawasan permukiman karyawan PT Arara Abadi di Desa Rantau Bertuah, Kabupaten Siak, Riau, Minggu (22/02/2026). Seekor anak gajah Sumatera berusia sekitar satu bulan terperosok ke dalam septic tank di sekitar lokasi tersebut. Peristiwa inilah yang kemudian memicu kepanikan kawanan gajah dan berujung pada aksi mengamuk yang sempat merusak sejumlah bangunan dan kendaraan.
Dalam rekaman video yang beredar, tampak anak gajah itu terjebak di dalam lubang sempit dan dalam. Tubuh kecilnya berupaya bergerak di ruang terbatas, sementara di kejauhan, kawanan gajah dewasa berjaga dengan gelisah. Induknya diduga berulang kali mencoba mendekat untuk menolong, namun keterbatasan kondisi membuat upaya itu tidak membuahkan hasil.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Ratusan Lampu Colok Terangi Malam Ramadhan di Bukit Raya, Tradisi Lama Kembali Hidup
- Wabup Rohul Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Selama Bulan Ramadan
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
Bupati Siak, Afni Zulkifli, membenarkan bahwa amukan kawanan gajah dipicu oleh insiden tersebut. Selama ini, kata dia, kawanan gajah yang melintas di wilayah itu tidak pernah mengganggu warga.
“Gajah ini sebenarnya tidak pernah mengganggu. Biasanya hanya lewat saja. Kali ini mereka mengamuk karena anaknya terperosok ke dalam septic tank,” ujar Afni.
Menurut Afni, anak gajah yang diperkirakan baru berusia satu bulan itu terjebak cukup lama hingga memicu kepanikan kelompoknya. Induk dan kawanan diduga kebingungan mencari cara menyelamatkan sang anak. Naluri perlindungan yang kuat membuat situasi menjadi tidak terkendali.
Proses evakuasi kemudian dilakukan secara kolaboratif oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau, jajaran Pemerintah Kabupaten Siak, kepolisian, serta pihak perusahaan. Tali tambang digunakan untuk membantu mengangkat tubuh anak gajah dari dalam septic tank dengan penuh kehati-hatian.
Kapolres Siak AKBP Sepuh Siregar yang turut berada di lokasi menyatakan bahwa penyelamatan dilakukan dengan pendekatan humanis dan mengedepankan prinsip pelestarian satwa dilindungi.
“Kita ketahui gajah Sumatera merupakan satwa dilindungi. Tentu kita tidak boleh melakukan tindakan yang kontraproduktif dengan semangat pelestarian. Karena itu kita berkolaborasi untuk memastikan anak gajah bisa dievakuasi dengan selamat,” ujarnya.
Setelah melalui proses yang cukup menegangkan, anak gajah akhirnya berhasil dikeluarkan dalam kondisi selamat. Momen haru pun terjadi ketika anak gajah itu digiring kembali ke arah hutan tempat kawanannya menunggu.
Menurut Afni, kawanan gajah sejak awal tidak benar-benar meninggalkan lokasi. Mereka bertahan di sekitar area, seolah menanti kepastian nasib si kecil. Begitu anak gajah dilepaskan, induknya langsung mendekat, mengelilingi dan melindungi buah hatinya sebelum perlahan bergerak bersama kelompoknya kembali ke dalam hutan.
“Begitu anaknya kembali, induknya langsung mendekat dan melindungi. Ini menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa gajah pun punya naluri kuat seperti seorang ibu manusia,” kata Afni.
Ia menegaskan, peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa konflik antara manusia dan satwa liar kerap berawal dari ketidaksengajaan. Pemerintah daerah pun mengimbau masyarakat dan perusahaan untuk memastikan fasilitas seperti septic tank tertutup rapat dan aman, guna mencegah kejadian serupa.
Lebih jauh, Afni mengajak semua pihak menjaga kelestarian gajah Sumatera dan memberi ruang hidup yang layak bagi satwa dilindungi tersebut. “Mari kita hidup berdampingan tanpa saling menyakiti. Gajah mengamuk pun ada alasannya,” ujarnya.
Peristiwa ini bukan hanya tentang penyelamatan seekor anak gajah, melainkan juga tentang refleksi bersama: bahwa di tengah aktivitas manusia, ada kehidupan liar yang tetap membutuhkan ruang aman untuk bertahan dan tumbuh.
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar