Ini Pemicu Kawanan Gajah Mengamuk dan Rusak Mess Karyawan PT Arara Abadi!

Perumahan karyawan PT Arara Abadi yang diamuk kawanan Gajah pada Minggu (22/02/2026) pagi. (ist)

SIAK, RIAUKU.COM — Sebanyak 13 ekor gajah liar dilaporkan merusak mes karyawan dan tiga unit sepeda motor milik pekerja PT Arara Abadi di Desa Rantau Beruah, Kabupaten Siak, Minggu (22/2/2026). Peristiwa tersebut terjadi pada pagi hari, tak lama setelah waktu sahur, dan sempat membuat warga sekitar panik.

Kepala Dusun Sukamaju, Arsi Nurfajri, mengatakan amukan kawanan gajah itu sudah berlangsung sejak usai sahur, namun informasi baru diterimanya sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu ia hendak berangkat untuk mengecek ternak sapi.

“Kami mau berangkat cek sapi, sampai di pos security dikasih tahu ada gajah ngamuk. Kejadiannya sekitar jam delapan pagi, tapi dari habis sahur gajah sudah mengamuk,” ujar Arsi saat dikonfirmasi.

Setelah memastikan ke lokasi, terlihat kerusakan cukup parah pada mes karyawan. Bangunan tempat tinggal pekerja mengalami kerusakan di sejumlah bagian. Tak hanya itu, tiga unit sepeda motor yang terparkir di sekitar mes juga hancur diinjak-injak gajah. “Memang dampaknya cukup parah. Mes karyawan hancur, tiga sepeda motor juga rusak berat karena diinjak,” katanya.

Berdasarkan informasi di lapangan, kawanan gajah tersebut diduga sudah memasuki area sekitar sejak sore hari sebelumnya. Wilayah tersebut diketahui merupakan jalur lintasan gajah yang sudah lama ada. Bahkan, menurut Arsi, di kawasan itu telah dipasang rambu-rambu penanda jalur gajah.“Rombongan gajah ini memang berjumlah 13 ekor dan sering melintas di situ. Kemarin sore sudah terlihat karena memang itu jalur habitat mereka,” jelasnya.

Diduga, amukan induk gajah dipicu oleh insiden anaknya yang terperosok ke dalam septic tank di area tersebut. Informasi itu diperoleh dari pemantauan menggunakan drone yang dilakukan setelah kejadian.  “Yang ngamuk itu kemungkinan induknya, karena ada anak gajah yang masuk ke septic tank dan terperosok. Itu tadi juga dilihat pakai drone,” ujar Arsi.

Meski kerusakan material cukup signifikan, Arsi memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Para karyawan yang tinggal di mes bersama keluarganya telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman guna menghindari risiko lanjutan. “Korban jiwa tidak ada. Warga yang tinggal di mes sudah dievakuasi. Saat ini kami masih memperbarui kondisi di lapangan,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Siak, Afni Zulkifli, menilai insiden ini menjadi pengingat serius tentang semakin menyempitnya ruang hidup satwa liar di wilayah tersebut. Ia mengakui habitat alami gajah dan harimau Sumatera di Siak kian terdesak oleh ekspansi hutan tanaman industri dan perkebunan kelapa sawit.

“Gajah liar mungkin sudah sangat terganggu dengan aktivitas perusahaan di jalur lintas mereka, karena itu memang habitatnya. Ini menjadi peringatan bahwa batas ekologi antara satwa dan industri di Siak semakin sempit,” ujarnya.

Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya penataan ruang yang memperhatikan koridor satwa liar, serta mitigasi konflik antara manusia dan hewan. Tanpa langkah preventif yang terintegrasi, potensi konflik serupa dikhawatirkan akan terus berulang di masa mendatang. *03*

 


    Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi, serta foto atau video yang memiliki nilai berita.

    Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.