“El Tembok” Menggila! 7 Penyelamatan Sensasional Maarten Paes di Debut Ajax
AMSTERDAM, RIAUKU.COM — Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, langsung mencuri perhatian publik dalam laga debutnya bersama Ajax Amsterdam di kompetisi Eredivisie, Sabtu (21/2/2026). Meski gagal mempersembahkan kemenangan, performa Paes di bawah mistar dinilai menjadi salah satu faktor penting yang menyelamatkan Ajax dari kekalahan.
Paes dipercaya tampil sebagai starter saat Ajax menjamu NEC Nijmegen di Stadion Johan Cruyff Arena. Pertandingan lanjutan Liga Belanda tersebut berakhir imbang 1-1, namun sorotan justru tertuju pada aksi gemilang penjaga gawang berusia 27 tahun itu.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Ratusan Lampu Colok Terangi Malam Ramadhan di Bukit Raya, Tradisi Lama Kembali Hidup
- Wabup Rohul Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Selama Bulan Ramadan
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
Ajax lebih dulu membuka keunggulan melalui gol Mika Godts pada menit ke-39. Tuan rumah tampil dominan di babak pertama dan mampu mengontrol jalannya laga. Namun, memasuki babak kedua, NEC meningkatkan intensitas serangan. Tekanan bertubi-tubi akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-57 lewat gol Darko Nejasmic yang menaklukkan Paes dan menyamakan kedudukan.
Walau kebobolan satu gol dan gagal mencatatkan clean sheet, kontribusi Paes sepanjang laga tak terbantahkan. Berdasarkan catatan statistik Sofascore, ia membukukan tujuh penyelamatan krusial. Salah satu momen paling menentukan terjadi di menit-menit akhir pertandingan ketika Paes berhasil menggagalkan peluang emas pemain NEC dari jarak dekat. Penyelamatan tersebut dinilai menjadi penyelamat Ajax dari potensi kekalahan di kandang sendiri.
Penampilan impresif itu membuat julukan “El Tembok” yang melekat padanya kembali bergema di kalangan suporter. Selain cekatan dalam mengantisipasi tembakan, Paes juga menunjukkan kemampuannya dalam mendistribusikan bola dari lini belakang. Ia mencatatkan 27 umpan sukses dari 51 percobaan dengan akurasi 53 persen, angka yang cukup solid untuk seorang kiper yang baru kembali merasakan atmosfer pertandingan kompetitif.
Debutnya pun langsung menuai apresiasi luas. Kolom komentar akun Instagram resmi Ajax dipenuhi pujian dari para pendukung yang menilai Paes tampil tenang dan percaya diri meski berada di bawah tekanan. Akun resmi Eredivisie Indonesia juga menyoroti kontribusi sang kiper dengan menyebut debutnya sebagai penampilan impresif berkat tujuh penyelamatan, termasuk satu aksi krusial di penghujung laga.
Seusai pertandingan, Paes mengaku cukup puas dengan performanya, meski menyadari masih ada aspek yang perlu diperbaiki. Dalam wawancara yang dikutip dari ESPN, ia mengatakan bahwa dirinya merasa sudah tampil cukup baik dalam menjaga gawang.
“Dalam urusan menjaga gawang saya merasa sudah cukup baik. Tapi memang ada beberapa kesalahan kecil saat menguasai bola. Sudah cukup lama saya tidak bermain, jadi ritme itu pasti akan kembali,” ujarnya.
Paes juga memuji permainan NEC yang dinilainya tampil disiplin dan agresif sepanjang laga. Menurutnya, tekanan tinggi dari lawan membuat Ajax sempat kehilangan kestabilan permainan, terlebih ia sendiri masih menyesuaikan diri dengan ritme kompetisi.
Hasil imbang ini memang belum sepenuhnya memuaskan bagi Ajax. Namun, bagi Maarten Paes, debut tersebut menjadi langkah awal yang menjanjikan. Dengan performa seperti ini, peluangnya untuk mengamankan posisi utama di bawah mistar Ajax terbuka lebar. Jika konsistensi mampu dijaga, “El Tembok” berpotensi menjadi sosok sentral dalam perjalanan Ajax musim ini.*03*
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar