Kemenangan Chelsea Buyar Berkat Gol Injury Time Burnley
LONDON, RIAUKU.COM – Chelsea kembali kehilangan poin penting setelah dipaksa bermain imbang 1-1 oleh Burnley dalam lanjutan Liga Inggris di Stamford Bridge, Sabtu (22/2/2026) malam WIB. Kemenangan yang sudah berada di depan mata buyar setelah tim tamu mencetak gol penyeimbang pada masa injury time.
Tuan rumah sebenarnya tampil menjanjikan sejak awal laga. Gol cepat dari Joao Pedro pada menit keempat membuat publik Stamford Bridge bergemuruh. Berawal dari aliran bola yang dibangun rapi, Moises Caicedo mengirim umpan kepada Pedro Neto yang kemudian melepaskan crossing mendatar ke depan gawang. Joao Pedro dengan sigap menyontek bola. Kiper Burnley, Martin Dubravka, sempat menangkapnya, tetapi bola telah melewati garis gawang. Chelsea unggul 1-0.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Ratusan Lampu Colok Terangi Malam Ramadhan di Bukit Raya, Tradisi Lama Kembali Hidup
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
- Harga Emas Antam Turun Tipis ke Rp2,992 Juta per Gram
Keunggulan cepat itu semestinya menjadi modal untuk mengontrol pertandingan. Namun Burnley tidak tinggal diam. Mereka merespons melalui sejumlah peluang berbahaya, termasuk sepakan jarak jauh Hannibal Mejbri yang diamankan kiper Robert Sanchez. Tekanan juga datang dari Lesley Ogochukwu, meski tembakannya dari sudut sempit masih bisa ditepis.
Chelsea berupaya menggandakan keunggulan. Cole Palmer sempat memperoleh peluang emas setelah memanfaatkan kelengahan lini belakang Burnley. Namun dalam kawalan dua pemain bertahan, sepakan mendatarnya mampu dibendung Dubravka.
Memasuki babak kedua, intensitas laga meningkat. Joao Pedro kembali mengancam lewat aksi individunya sebelum mengirim umpan kepada Palmer di dalam kotak penalti. Situasi sempat memicu ketegangan setelah Palmer terjatuh akibat sapuan Joe Worrall, tetapi wasit tidak menganggapnya sebagai pelanggaran.
Petaka bagi Chelsea datang pada menit ke-72. Bek tengah Wesley Fofana menerima kartu kuning kedua yang berujung kartu merah. The Blues harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain di sisa waktu normal.
Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan Burnley untuk meningkatkan tekanan. Peluang demi peluang tercipta, salah satunya melalui sundulan yang memaksa Robert Sanchez melakukan penyelamatan krusial.
Drama akhirnya benar-benar terjadi di masa tambahan waktu. Sepak pojok yang dilepaskan James Ward-Prowse mengarah ke jantung pertahanan Chelsea. Zion Flemming berhasil lepas dari kawalan dan menanduk bola ke arah tiang. Sanchez tak mampu menjangkaunya. Skor berubah menjadi 1-1 dan bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Hasil imbang ini menjadi yang kedua secara beruntun bagi Chelsea setelah sebelumnya juga gagal mempertahankan keunggulan saat menghadapi Leeds United. Manajer Liam Rosenior tak mampu menyembunyikan kekecewaannya.
“Kami membuang empat poin dari dua laga kandang. Kami kurang tajam setelah mencetak gol pertama dan terlalu aman saat menguasai bola,” ujar Rosenior.
Dengan tambahan satu poin, Chelsea kini menempati peringkat keempat klasemen sementara dengan 45 poin dari 27 pertandingan, setara dengan Manchester United yang baru akan bermain pada pertengahan pekan. Sementara Burnley masih tertahan di posisi ke-19 dengan 19 poin.
Bagi Chelsea, hasil ini menjadi alarm serius dalam persaingan papan atas. Konsistensi dan ketenangan di menit-menit akhir menjadi pekerjaan rumah besar jika mereka ingin tetap bersaing dalam perebutan posisi terbaik musim ini.*03*
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar