Strategi Pindah ke PSI

Ahmad Ali Kuasai Jaringan Politik Pulau Sulawesi

Ahmad M Ali (Mad Ali) hengkang dari partai NasDem dengan strategi politik baru (int)

JAKARTA - Sepak terjang politisi senior H. Ahmad M Ali ini, bukan saja menguasai Provinsi Sulawesi Tengah, tetapi lama merambah di pulau Sulawesi. Ada strategi politik pria asal Desa Wosu, Kabupaten Morowali ini ke depan. Pemekaran wilayah Sulawesi Timur?

Setelah Ahmad M Ali (Mad Ali) hengkang dari partai NasDem dan bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) besutan Kaesang Pangareb ini, ternyata meninggalkan banyak tanda tanya. Apalagi saat ini banyak rekan seperjuangannya, mengikuti jejak Mad Ali bergabung ke PSI.

Meski kalah pada pemilihan gubernur itu, namun bukan melemahkan strategi politik Mad Ali ke depan. Ada jurus baru dilakoninya. Berbagai info atas kekalahan Mad Ali dengan rivalnya Anwar Hafid dan Rusdy Mastura, bukan karena tidak diminati Mad Ali agar masyarakat memilih maksimal, tetapi lebih mengedepankan adanya strategi politis yang dibangun Mad Ali untuk kemajuan Sulawesi Tengah melalui pemekaran Sulawesi Timur. Benarkah?

"Adanya keinginan pemekaran dan membentuk Provinsi Sulawesi Timur, ide itu sudah lama. Selain karena faktor geografis dan juga potensi sumberdaya alam yang menjanjikan. Niat itu sudah lama," terang kader senior NasDem di Palu, yang tidak mau disebutkan namanya kepada riauku.com.

Tapi ini bisa saja strategi politik Mad Ali, lanjut politisi senior itu, ketika dia menjagokan teman karib dan keluarganya maju dan duduk sebagai Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid.

Maklum, selain seorang politisi, pria asal Desa Wosu, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah  ini juga dikenal sebagai penguasa sukses. Bisnisnya banyak. Berbagai bidang bisnis dikuasai, mulai tambang, perkebunan kopi hingga perikanan budidaya udang.

"Rezeki Mad Ali itu murah. Dia selalu memberikan bantuan kepada masyarakat melalui Umroh, beasiswa, bantuan rumah ibadah dan pesantren," kata Ridwan, Warga Kota Parigi kepada riauku.com.

Selain kemampuan komunikasi politiknya bagus, Mad Ali juga disapa Haji Matu (masyarakat Desa Wosu menyebut pria tambun ini), ini juga didukung orangtua, istri, keluarga, dan sanak saudara dengan finansial yang besar. 

Bahkan, banyak kader partai NasDem berasal dari keluarganya. Sebut saja, adik, ipar sepupu, dan ponakan bergabung dan duduk sebagai anggota DPRD Kabupaten, dan Sulawesi Tengah serta istrinya yang duduk sebagai anggota DPR RI. 

Lama bergulat di partai NasDem, Mad Ali dikenal juga sebagai orang yang loyal kepada partai. Kontribusi Mad Ali yang terkenal adalah membanngun Gedung Partai NasDem termegah se Indonesia di Kota Palu.

Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi. Mulanya, ia mengatakan Mad Ali punya jaringan politik yang sangat kuat di Sulawesi. Salah satu kedekatan itu adalah dengan Rusdi Masse Mappasessu, seorang politikus dan pengusaha Indonesia. Kini menjabat sebagai Anggota DPR-RI mewakili daerah pemilihan Sulawesi Selatan III sejak 2019.

"Kedekatannya dengan Rusdi Masse juga bukan rahasia umum dan sudah lama dikenal dalam dinamika internal NasDem di kawasan tersebut. Sangat mungkin bahwa keputusan Rusdi Masse (jika benar bergabung ke PSI) tidak bisa dilepaskan dari bergabungnya Ahmad Ali terlebih dahulu," kata Burhanuddin.

Menurutnya, jika benar Rusdi Masse pindah haluan ke PSI, maka NasDem menghadapi tantangan yang tak ringan. Karena Mad Ali dan Rusdi Masse merupakan figur kunci di balik keberhasilan elektoral NasDem di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah.

"Kehilangan aktor-aktor sentral seperti ini akan berdampak pada kekuatan organisasi dan mesin politik NasDem di daerah-daerah tersebut," tambah dia.

Waketum Partai NasDem Saan Mustopa menanggapi soal sejumlah kadernya yang pindah ke PSI. Saan mengatakan menghormati pilihan mereka yang pindah partai.

"NasDem tetap memberikan kenyamanan gitu ya bagi seluruh kader. Tapi kalau memang mereka punya pilihan lain dengan berbagai alasan, tentu kita juga nggak bisa apa menahan, tapi kita tetap menghargai pilihan," ujar dia politis. (int/dmy)


    Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi, serta foto atau video yang memiliki nilai berita.

    Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.