Emas Antam Melejit Gila-gilaan! Tembus Rp3 Juta per Gram

JAKARTA, RIAUKU. COM — Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk kembali mencatat lonjakan tajam pada perdagangan Sabtu, 21 Februari 2026. Kenaikan tersebut bahkan menembus level psikologis Rp3 juta per gram, memperkuat posisi emas sebagai instrumen lindung nilai (safe haven) di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Berdasarkan informasi resmi dari laman Logam Mulia, harga emas Antam dipatok Rp3.012.000 per gram atau naik Rp68.000 dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya yang berada di level Rp2.944.000 per gram. Dalam dua hari terakhir, kenaikan harga tercatat mencapai Rp96.000 per gram.

Tak hanya harga jual, harga buyback atau pembelian kembali oleh Antam juga ikut meningkat sebesar Rp68.000 menjadi Rp2.793.000 per gram. Angka ini merupakan nilai yang diterima pemilik emas ketika menjual kembali logam mulia mereka kepada perusahaan.

Kenaikan tersebut terjadi setelah sebelumnya emas sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada 29 Januari 2026 di level Rp3.168.000 per gram, dengan harga buyback mencapai Rp2.989.000 per gram.

Dipicu Kondisi Global

Lonjakan harga emas domestik sejalan dengan kenaikan harga emas dunia. Berdasarkan laporan pasar komoditas internasional, harga emas global naik lebih dari 1 persen pada Jumat (20/2/2026).

Penguatan harga dipengaruhi data ekonomi Amerika Serikat yang menunjukkan perlambatan pertumbuhan. Produk Domestik Bruto (PDB) Negeri Paman Sam tercatat hanya tumbuh 1,4 persen pada kuartal keempat, jauh di bawah ekspektasi ekonom sebesar 3 persen.

Di sisi lain, kebijakan tarif global baru yang diumumkan Presiden AS Donald Trump setelah putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat turut menambah ketidakpastian pasar.

Analis logam mulia Tai Wong menilai kondisi tersebut akan meningkatkan volatilitas ekonomi global. Ketidakpastian tersebut justru memperkuat minat investor terhadap emas. “Ketidakpastian jangka menengah tetap mendukung harga emas,” ujarnya.

Selain itu, indikator inflasi AS menunjukkan tekanan harga masih tinggi, sementara pelaku pasar memperkirakan bank sentral Federal Reserve akan memangkas suku bunga dua kali tahun ini. Lingkungan suku bunga rendah umumnya membuat emas semakin menarik karena tidak memberikan imbal hasil bunga namun stabil sebagai penyimpan nilai.

Safe Haven Kembali Diburu

Emas selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai ketika terjadi gejolak geopolitik dan ekonomi. Kombinasi perlambatan ekonomi, inflasi, serta kebijakan tarif global membuat investor kembali mengalihkan dana ke komoditas tersebut.

Selain emas, harga logam mulia lain juga ikut melonjak. Harga perak naik 5,8 persen, platinum naik 4,5 persen, dan paladium meningkat sekitar 4 persen.

Kenaikan harga emas Antam saat ini menunjukkan bahwa pasar domestik sangat dipengaruhi sentimen global. Jika ketidakpastian ekonomi berlanjut, tren penguatan harga emas diperkirakan masih berpotensi terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

Bagi masyarakat, kondisi ini menempatkan emas tidak hanya sebagai perhiasan, tetapi juga instrumen investasi yang semakin diminati di tengah fluktuasi pasar keuangan. *03*

 


    Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi, serta foto atau video yang memiliki nilai berita.

    Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.