Langganan Banjir, Jalan Nasional di Pelalawan Ditimbun Tinggi
PEKANBARU, RIAUKU.COM — Ruas Jalan Lintas Timur (Jalintim) di Kabupaten Pelalawan yang selama ini dikenal sebagai titik rawan banjir kini tengah diperbaiki secara bertahap oleh pemerintah pusat. Perbaikan difokuskan pada kilometer 73 hingga kilometer 83, kawasan yang kerap terendam air setiap musim hujan dan mengganggu arus transportasi antardaerah di Riau.
Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Riau Yohanis Tulak Todingrara menjelaskan, pekerjaan yang sedang berlangsung meliputi peninggian badan jalan serta pemasangan tambahan gorong-gorong untuk memperlancar aliran air di bawah jalan nasional tersebut.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Wabup Rohul Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Selama Bulan Ramadan
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
- Waduh! IHSG Dibuka Ambrol 2,26 Persen, Jatuh ke Level 6.000
Menurutnya, banjir terjadi karena elevasi jalan lebih rendah dari area sekitar serta sistem drainase yang belum mampu menampung debit air saat hujan deras. Kondisi itu membuat kendaraan sering terhambat bahkan tidak dapat melintas.
“Saat ini kami melakukan peninggian badan jalan dan penambahan gorong-gorong agar air tidak lagi melimpas ke permukaan jalan,” ujarnya.
Ruas Jalintim merupakan jalur vital yang menghubungkan wilayah selatan Riau dengan Pekanbaru hingga ke perbatasan provinsi. Selain kendaraan pribadi, jalur ini dilalui angkutan logistik, kendaraan perkebunan, dan distribusi kebutuhan pokok. Ketika banjir terjadi, antrean kendaraan bisa mencapai beberapa kilometer.
Karena skala pekerjaan cukup besar, proyek ini tidak selesai dalam satu tahun anggaran. Pemerintah menetapkannya sebagai proyek multiyears hingga 2027. Dengan metode tersebut, konstruksi dilakukan bertahap agar kualitas struktur jalan benar-benar kuat dan tahan genangan dalam jangka panjang.
“Perbaikan ini proyek multiyears sampai 2027 karena penanganannya harus menyeluruh,” jelasnya.
Selama pengerjaan berlangsung, sistem lalu lintas diberlakukan buka-tutup. Petugas lapangan mengatur kendaraan secara bergantian agar tetap bisa melintas. Untuk mencegah kemacetan panjang dan risiko kecelakaan, BPJN Riau telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta aparat keamanan.
Koordinasi dilakukan bersama pemerintah kabupaten setempat, Polda Riau, dan jajaran kepolisian resor di wilayah Pelalawan. Kehadiran petugas membantu mengatur arus kendaraan, khususnya kendaraan berat yang mendominasi jalur tersebut.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Pemkab, Polda, dan Polres terkait pengaturan lalu lintas selama pekerjaan berlangsung,” katanya.
Menjelang arus mudik Lebaran, BPJN memastikan pekerjaan yang berpotensi menghambat perjalanan akan dihentikan sementara. Sistem buka-tutup jalan tidak akan diterapkan agar masyarakat dapat melintas dengan aman dan lancar.
Selama periode itu, pekerjaan akan dialihkan ke titik lain yang tidak mengganggu arus utama kendaraan. Langkah tersebut dilakukan setiap tahun sebagai bagian dari kebijakan pengamanan jalur mudik nasional.
“Jelang musim mudik Lebaran nanti buka tutup jalan kami hentikan sementara supaya lalu lintas tetap normal,” ujarnya.
Pemerintah berharap perbaikan permanen ini nantinya mengakhiri persoalan banjir yang selama bertahun-tahun menjadi keluhan pengguna jalan. Dengan peninggian struktur dan sistem drainase baru, ruas Jalintim Pelalawan ditargetkan tetap dapat dilalui sepanjang tahun tanpa gangguan genangan, sekaligus memperlancar distribusi logistik dan mobilitas masyarakat di Riau. *03*
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar