Picu Kemacetan! Satpol PP Pekanbaru Tertibkan Lapak Pedagang Takjil
PEKANBARU, RIAUKU.COM — Aktivitas penjualan takjil selama bulan Ramadan di Kota Pekanbaru mulai meningkat dan memicu kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan. Salah satu titik yang menjadi perhatian pemerintah adalah kawasan Jalan Tengku Umar, Kecamatan Lima Puluh, yang setiap sore dipadati pedagang kaki lima (PKL) dan pembeli.
Pemerintah Kota melalui Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pekanbaru mengingatkan para pedagang agar tidak menggunakan badan jalan sebagai lokasi berjualan. Petugas menemukan sejumlah PKL membuka lapak hingga ke ruas jalan, sehingga mempersempit jalur kendaraan dan memicu kemacetan, terutama menjelang waktu berbuka puasa.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Wabup Rohul Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Selama Bulan Ramadan
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
- Harga Emas Antam Turun Tipis ke Rp2,992 Juta per Gram
Kepala Satpol PP Pekanbaru Yuliarso mengatakan, peningkatan volume kendaraan selama Ramadan merupakan fenomena rutin setiap tahun. Namun kondisi menjadi lebih padat ketika ruang jalan ikut dipakai untuk berdagang.
“Pada jam-jam menjelang berbuka, arus kendaraan meningkat signifikan. Jika badan jalan digunakan untuk berjualan, tentu ini menimbulkan kemacetan dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan,” ujarnya, Sabtu (21/2).
Menurutnya, Jalan Tengku Umar merupakan salah satu jalur utama yang menghubungkan berbagai kawasan permukiman dan pusat aktivitas masyarakat. Ketika sebagian ruas jalan tertutup lapak pedagang, kendaraan harus melambat bahkan berhenti, sehingga antrean panjang tidak terhindarkan.
Satpol PP menegaskan saat ini pihaknya masih mengedepankan pendekatan persuasif. Petugas turun langsung memberikan imbauan kepada pedagang agar menata ulang lapak dan berpindah ke lokasi yang telah disediakan pemerintah. Pendekatan dialog dipilih agar aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa menimbulkan konflik di lapangan.
“Kami memahami Ramadan menjadi momen penting bagi pedagang untuk meningkatkan penghasilan. Karena itu, kami tidak langsung melakukan penertiban. Hari ini kami memberikan imbauan terlebih dahulu,” kata Yuliarso.
Meski demikian, pemerintah memastikan aturan tetap akan ditegakkan. Apabila peringatan tidak diindahkan, Satpol PP akan melakukan penertiban sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah tersebut dilakukan demi menjaga keselamatan dan ketertiban umum.
Yuliarso menambahkan, penggunaan badan jalan tidak hanya menyebabkan kemacetan tetapi juga berisiko menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Banyak pembeli berhenti mendadak atau parkir sembarangan di tepi jalan untuk membeli takjil, sehingga membahayakan pengendara lain.
Pemerintah berharap para pedagang dapat bekerja sama dengan memanfaatkan lokasi yang telah ditentukan. Dengan penataan yang baik, aktivitas jual beli tetap dapat berlangsung tanpa mengganggu masyarakat luas.
“Tujuan kami bukan melarang berdagang, tetapi menata agar semua pihak nyaman. Pedagang tetap berjualan, masyarakat tetap aman, dan lalu lintas tetap lancar,” jelasnya.
Selama Ramadan, pengawasan akan dilakukan secara rutin di sejumlah titik keramaian kota. Pemko Pekanbaru berharap kesadaran kolektif masyarakat dapat tercipta sehingga suasana bulan suci berlangsung tertib, aman, dan kondusif, sekaligus mendukung roda perekonomian rakyat kecil tanpa mengorbankan kepentingan pengguna jalan lainnya.*03*
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar