Jurus Bupati Siak Pulihkan BSP, Temui SKK Migas Demi Uang Mengalir Deras ke Daerah
JAKARTA, RIAUKU.COM — Upaya memperkuat sektor minyak dan gas sebagai penopang keuangan daerah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Siak. Bupati Siak Afni Zulkifli kembali menggelar konsultasi dengan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto di Wisma Mulia, Jakarta, dalam rangka mendorong kemajuan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bumi Siak Pusako.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang selama ini salah satunya bertumpu pada sektor migas.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Ratusan Lampu Colok Terangi Malam Ramadhan di Bukit Raya, Tradisi Lama Kembali Hidup
- Wabup Rohul Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Selama Bulan Ramadan
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
Afni menegaskan, PT BSP memiliki peran vital bagi keuangan Kabupaten Siak. Karena itu, pemerintah daerah membutuhkan dukungan dan koordinasi erat dengan otoritas migas nasional agar perusahaan daerah tersebut semakin kompetitif.
“Kami berkonsultasi langsung dengan Kepala SKK Migas. Pertemuan intens ini Insya Allah memperkokoh niat dan ikhtiar kami membawa progres besar bagi masa depan Negeri Istana dari sektor migas,” ujar Afni usai pertemuan.
Dalam pertemuan tersebut, Afni didampingi Komisaris PT BSP Heriyanto serta Pelaksana Tugas Direktur Harian. Konsultasi dinilai penting, terutama di tengah kebijakan pengurangan transfer dana dari pemerintah pusat ke daerah yang menuntut daerah lebih mandiri secara fiskal.
Menurutnya, migas merupakan salah satu “urat nadi” perekonomian Siak. Terlebih PT BSP merupakan pemegang saham mayoritas pada salah satu wilayah kerja migas produktif di Indonesia. Posisi ini menjadikan kinerja perusahaan sangat berpengaruh terhadap kemampuan daerah membiayai pembangunan.
Afni mengakui, tanggung jawab sebagai kepala daerah sekaligus pemegang saham mayoritas tidaklah ringan. Sejak awal masa jabatannya sekitar sembilan bulan lalu, ia merasakan tekanan besar dalam mengambil keputusan, khususnya ketika perusahaan daerah menghadapi masa sulit.
PT BSP sempat mengalami kerugian sekitar 14 juta dolar AS pada 2024 akibat peristiwa congeal yang mengganggu produksi. Dampaknya terasa pada 2025, ketika deviden yang diterima pemerintah daerah menurun tajam.
Namun memasuki 2026, kondisi perusahaan mulai menunjukkan tanda pemulihan. “Tahun ini BSP mulai rebound. Deviden Insya Allah meningkat dibanding tahun sebelumnya,” kata Afni optimistis.
Ia meyakini, penguatan koordinasi dengan SKK Migas serta kerja tim yang solid di internal perusahaan akan menjadi kunci kebangkitan. Pemerintah daerah berharap pemulihan tersebut bukan hanya memperbaiki kinerja perusahaan, tetapi juga meningkatkan kemampuan daerah membiayai program pembangunan dan pelayanan publik.
Afni juga menekankan bahwa kemandirian fiskal menjadi tujuan utama. Dengan meningkatnya deviden dari sektor migas, pemerintah daerah dapat mengurangi ketergantungan pada dana pusat sekaligus memperkuat pembangunan berkelanjutan.
Pertemuan dengan SKK Migas disebut akan terus dilakukan secara berkala guna memastikan seluruh kebijakan teknis, produksi, dan investasi berjalan searah dengan target peningkatan PAD. “Harapan kami, BSP tidak hanya pulih, tetapi menjadi motor ekonomi daerah yang benar-benar kuat,” tutupnya.*03*
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar