Serie A Italia

Filosofi Fabregas di Como Bikin Juventus Waspada Jelang Duel Panas di Turin

Cesc Fabregas, pelatih Como.(ist)

TURIN, RIAUKU.COM — Pertandingan lanjutan Serie A akhir pekan ini menghadirkan laga menarik antara Juventus dan Como di Allianz Stadium, Sabtu (21/2/2026). Duel ini bukan sekadar perebutan tiga poin, tetapi juga pertemuan dua filosofi permainan yang kontras.

Juventus saat ini berada di peringkat kelima klasemen dengan koleksi 46 poin. Posisi tersebut belum sepenuhnya aman, sebab Como menguntit dengan selisih empat angka. Jika mampu meraih kemenangan di Turin, tim tamu berpeluang memangkas jarak dan memperketat persaingan papan atas.

Situasi semakin menarik karena performa kedua tim bertolak belakang. Juventus tengah berada dalam periode kurang stabil setelah gagal meraih kemenangan dalam empat laga terakhir. Konsistensi permainan menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi oleh pelatih mereka, Luciano Spalletti.

Di sisi lain, Como justru tampil impresif di bawah asuhan Cesc Fabregas. Tim tersebut hanya sekali menelan kekalahan dalam tujuh pertandingan terakhir, sebuah catatan yang menunjukkan kestabilan performa dan efektivitas taktik.

Menjelang laga ini, Spalletti secara terbuka mengungkapkan kekagumannya terhadap Fabregas. Ia menilai mantan gelandang internasional Spanyol itu berhasil menerapkan filosofi permainan berbasis penguasaan bola secara konsisten.

Menurut Spalletti, Como tampil sebagai tim yang memahami dengan jelas ide-ide pelatihnya. Struktur permainan yang rapi dan kemampuan mengontrol tempo laga menjadi ciri khas yang menonjol.

Data statistik memperkuat penilaian tersebut. Berdasarkan catatan WhoScored, Como menjadi tim dengan rata-rata penguasaan bola tertinggi di Serie A musim ini, yakni mencapai 61,7 persen. Angka tersebut mencerminkan dominasi dalam mengendalikan alur pertandingan.

Spalletti menyebut penguasaan bola sebagai fondasi penting dalam membangun kualitas permainan sekaligus meraih hasil positif. Ia menilai Fabregas mampu menanamkan mentalitas itu kepada para pemainnya.

“Fabregas adalah pelatih yang kuat dengan kualitas besar yang ia wariskan kepada timnya. Ia ingin timnya selalu siap, lengkap, dan mampu mengendalikan pertandingan,” ujarnya dalam wawancara yang dikutip media Italia.

Bagi Juventus, laga ini menjadi ujian penting untuk membuktikan kapasitas mereka sebagai salah satu kandidat papan atas. Bermain di kandang sendiri tentu menjadi keuntungan, namun tekanan untuk segera bangkit dari tren negatif juga tidak kecil.

Sementara bagi Como, pertandingan di Turin adalah kesempatan menunjukkan bahwa performa apik mereka bukan kebetulan. Jika mampu mencuri poin, posisi klasemen bisa berubah signifikan.

Pertemuan di Allianz Stadium pun diprediksi berlangsung ketat. Di satu sisi ada Juventus yang ingin kembali ke jalur kemenangan, di sisi lain ada Como yang datang dengan filosofi penguasaan bola dan kepercayaan diri tinggi.

Duel ini bukan hanya soal hasil akhir, tetapi juga pertarungan ide dan pendekatan taktik dua pelatih yang sama-sama berpengaruh di ruang ganti masing-masing.*03*

 


    Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi, serta foto atau video yang memiliki nilai berita.

    Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.