BBPOM Pekanbaru Uji Sampel Takjil di Dua Lokasi, Seluruhnya Dinyatakan Aman
PEKANBARU, RIAUKU.COM – Pengawasan keamanan pangan selama bulan Ramadan kembali diperketat. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan melakukan pemeriksaan langsung terhadap berbagai makanan berbuka puasa yang dijual di sejumlah pasar takjil di Kota Pekanbaru.
Kegiatan yang digelar Kamis (19/2/2026) sore itu dilaksanakan oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Pekanbaru bersama lintas sektor. Pemeriksaan difokuskan pada Pasar Takjil Jalan WR Supratman dan Pasar Takjil Jalan HOS Cokroaminoto yang dikenal ramai dikunjungi masyarakat saat menjelang waktu berbuka.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Ratusan Lampu Colok Terangi Malam Ramadhan di Bukit Raya, Tradisi Lama Kembali Hidup
- Wabup Rohul Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Selama Bulan Ramadan
- Kondisi Terkini Andrie Yunus: Masih Dirawat, Belum Bisa Dijenguk
Kepala BBPOM Pekanbaru, Alex Sander, menjelaskan bahwa pengawasan ini merupakan bagian dari program intensifikasi pengawasan pangan Ramadan. Selain pemeriksaan, petugas juga melakukan komunikasi, informasi, dan edukasi kepada pedagang maupun pembeli.
Menurutnya, Ramadan menjadi periode yang membutuhkan perhatian khusus karena meningkatnya aktivitas jual beli makanan siap konsumsi, khususnya takjil. “Momentum Ramadan identik dengan meningkatnya peredaran pangan di masyarakat. Kami ingin memastikan makanan yang dikonsumsi masyarakat benar-benar aman dari bahan berbahaya,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, petugas mengambil sejumlah sampel makanan yang dicurigai berpotensi mengandung zat berbahaya. Pengujian dilakukan menggunakan rapid test kit terhadap empat parameter utama, yaitu formalin, boraks, Rhodamin B, dan Metanil Yellow.
Petugas tidak hanya melakukan pengujian di tempat, tetapi juga memberikan pemahaman langsung kepada pedagang tentang bahaya penggunaan bahan kimia pada makanan. Edukasi dilakukan melalui dialog, pembagian leaflet, serta simulasi pemeriksaan sederhana yang bisa dipahami masyarakat.
Materi sosialisasi yang disampaikan antara lain kampanye “Waspada 4 Bahan Berbahaya pada Pangan”, ajakan “Cek KLIK sebelum Berbelanja”, penggunaan aplikasi BPOM Mobile, pencegahan resistensi antimikroba, keamanan bahan kosmetik, hingga pentingnya pencegahan stunting.
Hasil pemeriksaan menunjukkan kabar menggembirakan. Dari total 22 sampel makanan yang diuji di kedua lokasi tersebut, seluruhnya dinyatakan tidak mengandung bahan berbahaya. Tidak ditemukan kandungan formalin, boraks, Rhodamin B, maupun Metanil Yellow pada seluruh sampel takjil yang diperiksa.
Temuan ini menunjukkan tingkat kesadaran pedagang terhadap keamanan pangan semakin meningkat. Namun BBPOM menegaskan pengawasan akan tetap dilakukan secara berkala sepanjang Ramadan.
Alex mengimbau masyarakat agar tetap menjadi konsumen cerdas dengan menerapkan prinsip Cek KLIK, yaitu memastikan kemasan dalam kondisi baik, label jelas, memiliki izin edar, serta belum melewati tanggal kedaluwarsa sebelum membeli produk pangan.
Ia menambahkan, partisipasi masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan pangan. Jika menemukan produk mencurigakan, masyarakat diminta segera melapor melalui kanal resmi BPOM.
Pemeriksaan ini diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat saat berbuka puasa, sekaligus mendorong pelaku usaha menjaga kualitas produk. Dengan pengawasan berkelanjutan, potensi gangguan kesehatan akibat pangan berbahaya dapat dicegah sejak dini selama Ramadan di Pekanbaru. *03*
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar