Snack Berisi Ganja Nyaris Terbang ke Jakarta! Terbongkar di X-Ray Bandara SSK
PEKANBARU, RIAUKU.COM – Upaya penyelundupan narkoba lewat jalur udara kembali digagalkan di Pekanbaru. Sebuah paket yang tampak seperti kiriman makanan ringan ternyata menyimpan barang terlarang. Tim gabungan TNI Angkatan Udara dari Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin bersama petugas keamanan penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II berhasil mengungkap pengiriman ganja seberat lebih dari satu kilogram, Rabu (18/3/2026).
Peristiwa bermula dari aktivitas rutin pemeriksaan paket kargo. Seperti biasa, setiap kiriman yang akan diberangkatkan menuju berbagai kota diperiksa menggunakan mesin X-Ray. Tidak ada yang terlihat mencolok pada awalnya. Kardus kecil berisi makanan ringan, alamat tujuan Bekasi, dan pengirim menggunakan jasa ekspedisi umum.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Ratusan Lampu Colok Terangi Malam Ramadhan di Bukit Raya, Tradisi Lama Kembali Hidup
- Wabup Rohul Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Selama Bulan Ramadan
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
Namun layar monitor justru menampilkan bentuk yang tidak wajar di dalam kardus. Kepadatan objek di bagian tengah paket terlihat berbeda dengan makanan ringan pada umumnya. Petugas kemudian menghentikan proses pengiriman dan memanggil personel gabungan untuk pemeriksaan lanjutan.
Kardus dibuka secara manual. Di balik susunan snack, petugas menemukan bungkusan plastik hitam tebal yang sengaja disamarkan. Aroma khas langsung tercium saat plastik dibuka. Dugaan mengarah kuat ke narkotika.
Pengujian cepat pun dilakukan menggunakan alat uji lapangan. Hasilnya positif, paket tersebut berisi Cannabis atau ganja dengan berat total mencapai 1.338 gram. Paket diketahui hendak dikirim ke Bekasi dengan penerima berinisial BR.
Barang bukti langsung diamankan di ruang Aviation Security bandara sebelum diserahkan ke Badan Narkotika Nasional Provinsi Riau untuk pengembangan jaringan. Petugas menduga pengirim sengaja menyamarkan barang dalam makanan ringan agar lolos pemeriksaan visual.
Komandan Lanud, Marsma TNI Abdul Haris, menyebut pengungkapan ini terjadi karena kewaspadaan petugas yang tidak menganggap remeh detail sekecil apa pun. “Ketelitian personel menjadi kunci. Ini bukti setiap anggota menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dalam menjaga wilayah udara dari ancaman narkotika,” ujarnya.
Ia menegaskan jalur udara kini menjadi salah satu target penyelundup karena dianggap lebih cepat dan sulit terdeteksi. Karena itu, pengawasan harus dilakukan berlapis, mulai dari X-Ray, pemeriksaan manual, hingga koordinasi lintas instansi.
Menurutnya, keberhasilan ini juga menunjukkan pentingnya sinergi antara TNI AU, Avsec, Bea Cukai, dan aparat narkotika. Tanpa kerja sama, paket tersebut kemungkinan sudah berada di tangan penerima.
Petugas menduga pengirim merupakan bagian dari jaringan yang mencoba memanfaatkan pengiriman kargo reguler. Modus menyamarkan narkoba dalam barang konsumsi disebut semakin sering digunakan karena dianggap paling aman.
Saat ini, penyelidikan masih dikembangkan untuk melacak pengirim serta jaringan yang terlibat. Aparat menelusuri identitas pengirim dan jalur distribusi guna mengungkap kemungkinan adanya sindikat antar daerah. *03*
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar