Premier League

Kemenangan Arsenal Disambar Petir di Injury Time! 

Duel Mateus Mane dan Bukayo Saka dalam laga Premier League antara Wolverhampton vs Arsenal di Molineux Stadium, Kamis (19/02/2026) dini hari WIB. (AP Photo)

WOLVERHAMPTON, RIAUKU.COM - Tak ada yang menduga malam di Molineux Stadium akan berubah menjadi kisah dramatis. Pertandingan pekan ke-31 Premier League mempertemukan dua kutub berbeda: Wolverhampton Wanderers yang terdampar di dasar klasemen melawan pemuncak Arsenal FC.

Di atas kertas, laga ini tampak berat sebelah. Namun sepak bola selalu punya cara mengejutkan. 

Baru lima menit berjalan, Arsenal langsung menunjukkan mengapa mereka berada di puncak. Umpan matang Declan Rice dari sisi kiri disambut sundulan tajam Bukayo Saka. Bola meluncur tanpa mampu dijangkau kiper José Sá. Skor 0-1, dan pertandingan seolah mengikuti naskah yang diprediksi.

Gol cepat itu membuat Wolves goyah. Arsenal menguasai bola, mengatur tempo, dan memaksa tuan rumah bertahan sangat dalam. Peluang demi peluang datang, termasuk sepakan Noni Madueke yang sempat membuat panik lini belakang tuan rumah.

Wolves baru menemukan napas setelah masuknya Tolu Arokodare. Penyerang bertubuh besar itu mulai memberi tekanan fisik pada pertahanan Arsenal. Meski begitu, hingga turun minum, tuan rumah bahkan belum mencatatkan satu tembakan tepat sasaran. Babak pertama berakhir 0-1.

Masuk babak kedua, Arsenal tetap terlihat nyaman. Bahkan pada menit ke-56, mereka menggandakan keunggulan. Situasi bola mati berujung kemelut dan diselesaikan oleh Piero Hincapié. Skor berubah 0-2. Banyak penonton mengira pertandingan selesai saat itu juga.

Namun justru dari titik inilah cerita berubah. Wolves mulai bermain lebih berani. Mereka menekan lebih tinggi dan memaksa Arsenal mundur. Menit ke-71, stadion akhirnya bergemuruh. Bek sayap Hugo Bueno menyambar bola liar dan menaklukkan penjaga gawang. Skor menjadi 1-2, harapan muncul.

Arsenal mencoba menenangkan permainan, tapi tekanan terus datang. Bola demi bola diarahkan ke kotak penalti. Suporter berdiri, berteriak, seakan mendorong setiap serangan.

Waktu normal habis. Papan tambahan waktu menunjukkan empat menit. Arsenal hanya perlu bertahan sedikit lagi.

Lalu bencana datang. Menit 90+4, umpan silang Wolves masuk ke kotak penalti. Dalam upaya menghalau, bek Riccardo Calafiori justru salah menyentuh bola. Bola berbelok arah dan masuk ke gawang sendiri. Stadion meledak!

Wolves menyamakan kedudukan 2-2 tepat di detik terakhir. Pemain tuan rumah berlari merayakan, sementara pemain Arsenal terduduk tak percaya. Kemenangan yang sudah di depan mata lenyap seketika.

Hasil ini membuat Arsenal tetap di puncak klasemen dengan 58 poin. Sementara Wolves memang masih juru kunci, tetapi satu poin ini terasa seperti kemenangan besar. 

Di Molineux malam itu, klasemen tidak berarti apa-apa. Yang ada hanya satu cerita: harapan bisa hidup sampai detik terakhir. *03*

 


    Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi, serta foto atau video yang memiliki nilai berita.

    Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.