Schick Taklukkan Kutukan Yunani! Leverkusen Bungkam Olympiakos
PIRAEUS, RIAUKU.COM - Atmosfer panas khas Yunani diperlihatkan ribuan suporter tuan rumah yang memadati Stadion Georgios Karaiskakis. Sorakan mereka menggema keras saat Olympiakos FC menjamu wakil Jerman Bayer Leverkusen pada fase gugur Liga Champions UEFA, Kamis (19/2/2026) dini hari WIB.
Namun malam yang awalnya penuh tekanan itu justru berubah menjadi sejarah bagi tim tamu. Leverkusen datang membawa beban. Mereka tak pernah menang dalam empat lawatan terakhir ke Yunani. Atmosfer stadion terkenal intimidatif. Suporter berdiri sepanjang laga, flare menyala, dan tekanan terasa sejak peluit pertama.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Ratusan Lampu Colok Terangi Malam Ramadhan di Bukit Raya, Tradisi Lama Kembali Hidup
- Wabup Rohul Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Selama Bulan Ramadan
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
Tuan rumah langsung menekan. Penyerang Mehdi Taremi mendapatkan peluang emas lewat bola panjang. Ia menendang cepat, tetapi bola melenceng tipis dari sasaran. Tribun sempat bergemuruh, lalu kembali tegang.
Leverkusen membalas. Striker andalan Patrik Schick memperoleh peluang jarak dekat, namun digagalkan penjaga gawang Konstantinos Tzolakis. Tidak lama kemudian, Ernest Poku melepaskan tembakan menyilang yang hanya melewati sisi tiang.
Pertandingan berjalan terbuka. Gelson Martins mencatatkan tembakan tepat sasaran pertama Olympiakos, tapi berhasil ditepis kiper Leverkusen. Di sisi lain, Tzolakis tampil gemilang dengan penyelamatan refleks menggagalkan peluang Ibrahim Maza dari jarak sangat dekat hingga bola membentur mistar.
Menjelang jeda, stadion sempat meledak ketika Ayoub El Kaabi mencetak gol. Namun selebrasi terhenti. VAR menunjukkan posisi offside. Skor kembali 0-0, dan ketegangan makin terasa saat pemain berjalan ke ruang ganti.
Babak kedua menjadi milik Leverkusen. Mereka mulai bermain lebih sabar, mengalirkan bola, dan memancing tuan rumah keluar dari posisi. Lalu momen itu datang. Schick menerima umpan terukur di kotak penalti dan menyelesaikannya dengan tenang. Stadion mendadak sunyi, hanya terdengar teriakan kecil dari bangku pemain tamu.
Olympiakos mencoba bangkit, tetapi justru kembali dihukum. Serangan cepat Leverkusen kembali menemukan Schick. Dengan penyelesaian klinis, ia mencetak gol kedua. Skor 2-0.
Sisa pertandingan berubah menjadi perjuangan mental tuan rumah. Mereka menyerang tanpa hasil, sementara Leverkusen bertahan disiplin hingga peluit panjang.
Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin. Untuk pertama kalinya, Leverkusen memenangi laga tandang fase gugur Liga Champions di Yunani. Mereka juga memperpanjang tren positif: enam kemenangan dari tujuh laga terakhir.
Sebaliknya, Olympiakos makin terpuruk hanya satu kemenangan dalam lima pertandingan terakhir. Mimpi mengulang kejayaan musim 2013/14 kini berada di ujung tanduk.
Di malam yang panas dan bising, satu fakta tertulis jelas: kutukan Yunani akhirnya runtuh dan Schick menjadi penakluknya.*03*
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar