Inter Milan Dihajar 3 Gol dalam 3 Menit
BODO, RIAUKU.COM - Angin dingin menyapu tribun Aspmyra Stadion ketika FK Bodø/Glimt menjamu raksasa Italia Inter Milan pada leg pertama play-off fase gugur Liga Champions UEFA, Kamis (19/02/2026) dini hari WIB. Cuaca dingin menjadi lawan terberat punggawa Inter.
Sejak awal, para pemain Inter terlihat tidak nyaman. Bola memantul lebih cepat, pijakan terasa licin, dan nafas tampak berat di udara dingin. Namun mereka tetap mencoba menekan lebih dulu. Sepakan Henrikh Mkhitaryan sempat mengancam, tetapi melambung tipis di atas mistar.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Ratusan Lampu Colok Terangi Malam Ramadhan di Bukit Raya, Tradisi Lama Kembali Hidup
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
- Harga Emas Antam Turun Tipis ke Rp2,992 Juta per Gram
Tuan rumah merespons lewat sepak pojok Jens Petter Hauge yang disambut tandukan Odin Bjørtuft, masih melebar. Namun tekanan Norwegia terus meningkat.
Menit ke-20, stadion kecil itu meledak. Umpan Hauge berhasil disambar Sondre Fet. Bola meluncur deras ke gawang Yann Sommer. 1-0 untuk Bodø/Glimt.
Inter tersentak. Matteo Darmian hampir menyamakan kedudukan lewat tendangan voli yang membentur tiang. Tekanan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-30. Umpan silang Nicolò Barella menciptakan kemelut, dan bola liar disambar Pio Esposito menjadi gol. Skor 1-1 menutup babak pertama.
Inter terlihat mulai menemukan ritme. Namun semua berubah setelah jeda. Menit ke-61, mimpi buruk dimulai. Kasper Høgh mengirim sodoran bola ke Hauge yang menembak keras tanpa bisa dihentikan Sommer. Stadion kembali bergemuruh.
Tiga menit kemudian petaka datang lagi. Ole Blomberg lolos dari jebakan offside dan memberi umpan matang ke Høgh. Sontekan sederhana, gol kedua beruntun. Dalam tiga menit, skor berubah dari 1-1 menjadi 3-1. Para pemain Inter terlihat kebingungan, sementara suporter tuan rumah melompat-lompat di tengah hawa dingin.
Sisa laga, Nerazzurri mencoba mengejar. Tapi serangan mereka mudah dipatahkan. Bola bergerak terlalu cepat di lapangan sintetis, membuat kontrol pemain Italia kerap meleset.
Pelatih Cristian Chivu mengakui kondisi lapangan sangat memengaruhi permainan timnya. Rumput sintetis dipakai karena suhu di Bodø sering berada di bawah nol derajat — membuat rumput alami mustahil tumbuh.
Menurutnya, Inter tak terbiasa dengan pantulan bola dan kecepatan permukaan. Meski begitu, ia menolak menjadikan itu alasan utama kekalahan. Serangan balik cepat Bodø/Glimt dinilai lebih menentukan.
Pertandingan berakhir 3-1. Hasil ini memaksa Inter harus menang minimal tiga gol saat leg kedua di San Siro.
Sementara bagi Bodø/Glimt, mereka hanya perlu tidak kalah lebih dari satu gol untuk menciptakan sejarah menuju 16 besar.
Di tengah suhu beku Norwegia, satu hal terasa jelas, malam itu bukan sekadar kekalahan Inter. Itu peringatan bahwa di Liga Champions, bahkan raksasa bisa membeku. *03*
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar