Liga Champion

Duel Gila 6 Gol Bikin Atletico Nyaris Pingsan di Belgia

Julian Alvarez mengeksekusi penalti dalam laga Liga Champions antara Club Brugge vs Atletico Madrid, Kamis (19/2/2026). (AP Photo/Omar Havana)

BRUGGE, RIAUKU.COM - Panggung drama sepak bola yang sulit dipercaya tersaji di Jan Breydel Stadium, Brugge, Belgia pada Kamis (19/02/2026) dini hari WIB. Ribuan suporter berharap melihat tim kesayangan mereka, Club Brugge, mampu menahan gempuran raksasa Spanyol, Atlético Madrid, pada leg pertama play-off fase gugur Liga Champions UEFA.

Namun baru delapan menit laga berjalan, stadion langsung terdiam. Wasit menunjuk titik putih setelah bola mengenai tangan Joaquin Seys di kotak penalti. Penyerang Argentina Julián Álvarez maju sebagai algojo. Satu tarikan napas, satu langkah pendek — lalu dentuman keras. Bola melesat ke pojok gawang, membuat Simon Mignolet hanya terpaku. 0-1 untuk tim tamu.

Atletico langsung bermain percaya diri. Mereka menekan, mengunci lini tengah, dan memaksa Brugge bertahan lebih dalam dari biasanya. Meski begitu, tuan rumah tidak tinggal diam. Raphael Onyedika dan Nicolo Tresoldi sempat mendapat peluang beruntun, tetapi penjaga gawang Slovenia Jan Oblak tampil seperti tembok.

Ketika babak pertama hampir berakhir, petaka kembali datang. Sepak pojok Álvarez melayang ke kotak penalti, disambut sundulan Ademola Lookman pada menit 45+4. Gol kedua. Atletico menutup paruh pertama dengan keunggulan 2-0 dan wajah pemain Brugge terlihat frustrasi saat berjalan ke ruang ganti.

Tapi sepak bola selalu punya cerita lain. Babak kedua baru berjalan enam menit ketika Brugge menemukan harapan. Bola liar di depan gawang disambar Onyedika menjadi gol. Stadion hidup kembali. Chant suporter menggema, atmosfer berubah panas.

Sembilan menit kemudian, kebisingan berubah menjadi ledakan. Mamadou Diakhon menusuk dari sisi kiri dan mengirim umpan pendek ke Tresoldi. Sontekan cepat, dan gol! Skor 2-2. Para pemain Atletico saling memandang, seperti tak percaya momentum lenyap begitu cepat. Diego Simeone terlihat tegang di pinggir lapangan. 

Menit ke-79, Atletico kembali unggul, tapi dengan cara aneh. Bek Brugge Joel Ordóñez mencoba menghalau umpan mendatar dari sisi kanan, namun justru mengarah ke gawang sendiri. Gol bunuh diri. Skor 2-3. Para pemain Atletico berpelukan. Kemenangan terasa di depan mata.

Waktu terus berjalan. Suporter tuan rumah mulai cemas. Beberapa bahkan sudah berdiri bersiap menerima kekalahan.

Lalu menit 89 tiba. Dari sisi kiri pertahanan Atletico, Christos Tzolis lolos dari kawalan. Ia menggiring sebentar, menatap sudut gawang  dan melepas tembakan mendatar. Oblak terlambat bereaksi. Gol!.

Stadion meledak. Pemain Brugge berlari tanpa arah. Bangku cadangan masuk lapangan. Sementara bintang Atletico seperti Antoine Griezmann hanya berdiri terpaku. Skor 3-3 bertahan hingga peluit panjang berbunyi. 

Tak ada pemenang malam itu, tetapi semua penonton tahu mereka baru saja menyaksikan pertandingan yang akan lama dikenang. Kini segalanya ditentukan pada leg kedua di Civitas Metropolitano. Laga hidup mati menuju 16 besar. Dan setelah malam penuh kegilaan ini, tak ada yang berani menebak siapa yang akan bertahan. *03*

 


    Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi, serta foto atau video yang memiliki nilai berita.

    Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.