Napi dan Sipir Bahu-Membahu Bersihkan Masjid dan Lingkungan Jelang Ramadan
PEKANBARU, RIAUKU.COM – Suasana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pekanbaru pada Rabu (18/02/2026) terasa berbeda dari biasanya. Bukan suara pintu sel atau langkah patroli yang mendominasi, melainkan bunyi sapu bergesekan dengan lantai, percikan air, dan obrolan ringan penuh canda.
Sehari jelang bulan suci Ramadan area sekitar lapas berubah menjadi lokasi gotong royong besar-besaran. Petugas dan warga binaan keluar bersama, bukan untuk kegiatan pengamanan, melainkan membersihkan lingkungan dan fasilitas umum.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Ratusan Lampu Colok Terangi Malam Ramadhan di Bukit Raya, Tradisi Lama Kembali Hidup
- Wabup Rohul Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Selama Bulan Ramadan
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Yuniarto. Tanpa sekat, ia berdiri di tengah para petugas dan warga binaan, mengarahkan pekerjaan sekaligus ikut turun tangan.
Fokus utama kerja bakti berada di sekitar Masjid Riyadhul Jannah. Halaman masjid yang biasanya sepi mulai dipenuhi aktivitas. Sebagian menyapu pelataran, sebagian mengangkut daun kering, lainnya membersihkan selokan yang sebelumnya dipenuhi lumpur dan sampah.
Beberapa warga binaan terlihat membawa ember berisi air sabun. Mereka menyikat lantai teras masjid hingga mengkilap. Di sisi lain, petugas membuka saluran pembuangan air yang tersumbat, mengangkat kotoran yang mengendap agar aliran kembali lancar.
Tak ada jarak yang terasa pagi itu. Seragam cokelat petugas dan pakaian warga binaan bercampur dalam satu barisan kerja. Sesekali terdengar tawa saat air siraman mengenai kaki teman di sebelahnya.
Menurut Yuniarto, kegiatan ini bukan sekadar bersih-bersih rutin. Ia ingin momentum Ramadhan menjadi pembelajaran langsung bagi warga binaan tentang tanggung jawab dan kebersamaan.
“Ini bagian dari pembinaan. Mereka belajar menjaga lingkungan, saling membantu, dan merasakan gotong royong. Nilai itu penting saat kembali ke masyarakat nanti,” ujarnya.
Ia menambahkan, lingkungan yang bersih juga menciptakan suasana batin yang lebih tenang. Terlebih menjelang bulan ibadah, masjid menjadi pusat kegiatan rohani bagi penghuni lapas.
Selokan yang sebelumnya keruh kini mengalir jernih. Halaman masjid tampak rapi. Rumput liar dipotong, sampah dikumpulkan, dan udara terasa lebih segar. Perubahan terlihat jelas hanya dalam beberapa jam.
Bagi para warga binaan, kegiatan ini memberi warna berbeda dalam rutinitas harian. Mereka tak hanya menjalani masa hukuman, tetapi juga terlibat dalam kegiatan sosial yang memberi makna.
Menjelang siang, kerja bakti selesai. Para peserta berdiri memandang hasil kerja mereka. Area lapas terlihat bersih dan tertata. Tidak ada tepuk tangan meriah, hanya senyum puas dan rasa lega.
Melalui kegiatan sederhana itu, lapas mencoba menghadirkan suasana baru: tempat pembinaan yang lebih manusiawi. Ketika Ramadhan tiba, mereka berharap ibadah berlangsung lebih khusyuk dalam lingkungan yang bersih, nyaman, dan penuh kebersamaan. *son/03*
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar