Purbaya Ganti Pejabat Bea Cukai di 5 Pelabuhan Besar. Ini Nama-namanya?
JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merombak pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, direncanakan hari ini, Rabu (28/1/2026). Perombakan menyasar pejabat di lima pelabuhan besar.
Menurut kabar, lima pelabuhan besar ini sering menjadi sorotan negatif. Alasan itulah Purbaya melakukan aksi perombakan secepatnya. Perombakan besar-besaran itu dilakukan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Ratusan Lampu Colok Terangi Malam Ramadhan di Bukit Raya, Tradisi Lama Kembali Hidup
- Wabup Rohul Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Selama Bulan Ramadan
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
- Harga Emas Antam Turun Tipis ke Rp2,992 Juta per Gram
Pergantian itu menargetkan kepala kantor wilayah dan pejabat yang mengawasi pelabuhan tersebut. Beberapa akan diganti dengan pejabat yang lebih muda, sebagian dirumahkan sementara sebagai bagian dari “shock therapy” agar DJBC bekerja lebih serius dan disiplin.
"Kami akan memperbaiki restrukturisasi pegawai Pajak dan Bea Cukai secara besar-besaran. Bea Cukai akan kami mulai besok, Pajak akan kami mulai minggu depan," kata Purbaya kepada wartawan di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Lima pelabuhan besar yang disasar Purbaya adalah:
(1) Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya
(2) Pelabuhan Belawan Medan
(3) Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta
(4) Pelabuhan Tanjung Batu Ampar Batam
(5) Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.
Menurut kabar, lima pejabat yang akan diganti itu bakal dirumahkan. Reformasi dilakukan agar Bea Cukai bekerja lebih serius dalam menutup kebocoran penerimaan negara dan memastikan target penerimaan pajak dan bea cukai 2026 bisa tercapai.
"Tidak semua (dirumahkan). Sebagian dirumahkan, sebagian tidak. Tergantung doa mereka nanti malam," tutur Purbaya, sembari ketawa.
Sebelumnya, Purbaya pernah menyebut bakal merombak besar-besaran di Bea Cukai. Langkah ini diambil demi meningkatkan penerimaan negara.
"Perombakan besar-besaran ini sebenarnya ingin dilakukan sejak tahun lalu. Hanya saja belum bisa dilakukan karena saya baru bergabung dalam pemerintahan pada September 2025," terang dia.
Namun, dia berjanji akan mengobrak-abrik instansi yang banyak "bermasalah" akhir-akhir ini.
"Sebentar lagi Bea Cukai dan Pajak akan saya obrak-abrik. September kan saya baru masuk bulan itu kan, kalau kita obrak abrik bulan itu kacau, masih di tahap akhir dari penumbuhan pajak," ujar Purbaya.
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai memiliki peran strategis dalam mengawasi arus barang dan penerimaan negara. Masalah integritas dan kinerja di pelabuhan kerap menjadi sorotan, karena celah di sini bisa berdampak besar terhadap penyelundupan, under-invoicing, atau kebocoran pajak.
Diharapkan, perombakan pejabat bisa menjadi upaya memperbaiki budaya kerja dan menutup praktek yang merugikan negara. (dtk/dmy)
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar