Sering Setel AC di Bawah 20 Derajat? Ini Dampaknya bagi Mesin dan Listrik
JAKARTA – Air conditioner (AC) kerap diandalkan untuk menciptakan suasana sejuk, terutama saat cuaca panas. Tak sedikit pengguna yang sengaja mengatur suhu AC di bawah 20 derajat Celcius agar ruangan terasa lebih dingin. Namun, kebiasaan tersebut ternyata berpotensi menimbulkan dampak negatif pada perangkat AC.
Berdasarkan informasi dari situs Air & Plumbing Systems, mengatur suhu AC ke tingkat yang sangat rendah sebenarnya diperbolehkan. Akan tetapi, jika dilakukan terlalu sering atau bahkan setiap hari, kebiasaan ini dapat memperpendek usia pakai AC.
Berita Terkait
- Ratusan Lampu Colok Terangi Malam Ramadhan di Bukit Raya, Tradisi Lama Kembali Hidup
- Wabup Rohul Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Selama Bulan Ramadan
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
- Kondisi Terkini Andrie Yunus: Masih Dirawat, Belum Bisa Dijenguk
- Bareskrim Tetapkan Ketua Kadin Sultra Tersangka Tambang Nikel Ilegal
Penyebabnya, kompresor harus bekerja lebih keras dan lebih lama untuk mencapai suhu yang sangat rendah, misalnya ketika AC disetel pada 16 derajat Celcius. Beban kerja yang tinggi secara terus-menerus dapat memicu keausan komponen mesin lebih cepat.
Selain itu, suhu yang terlalu rendah juga berisiko menyebabkan evaporator membeku, terutama jika filter udara dalam kondisi kotor dan aliran udara terhambat. Penumpukan es pada evaporator akan semakin membebani kinerja kompresor dan berpotensi merusak sistem pendingin.
Dampak lain yang tak kalah penting adalah meningkatnya konsumsi listrik. AC yang dipaksa bekerja ekstra akan menyerap daya lebih besar, sehingga berujung pada lonjakan tagihan listrik, terutama jika AC menyala sepanjang hari tanpa perawatan rutin.
Suhu AC yang Dianjurkan
Lalu, berapa suhu AC yang ideal untuk ruangan? Mengacu pada rekomendasi US Department of Energy yang dikutip dari Real Simple, suhu AC sebaiknya diatur pada kisaran 23 hingga 25 derajat Celcius. Rentang suhu ini dinilai cukup nyaman sekaligus lebih ramah bagi kinerja AC dan konsumsi energi.
Bagi pengguna yang masih merasa kurang sejuk pada suhu tersebut, Manajer Umum HVAC Elizabeth Shavers membagikan sejumlah tips agar ruangan tetap terasa dingin tanpa harus menurunkan suhu secara ekstrem.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain menutup tirai atau gorden di siang hari untuk menghalau panas matahari, serta memastikan pintu dan jendela tertutup rapat saat AC menyala agar udara dingin tidak keluar.
“Menjaga suhu AC tetap stabil membantu mencegah mesin bekerja terlalu keras, sekaligus menjaga kenyamanan ruangan tanpa pemborosan energi,” ujar Shavers.
Ia juga menekankan pentingnya perawatan rutin, seperti membersihkan atau mengganti filter udara secara berkala. Filter yang bersih memungkinkan aliran udara lebih lancar dan membuat AC bekerja lebih efisien.
Selain itu, penggunaan peralatan yang menghasilkan panas di dalam ruangan ber-AC sebaiknya dihindari karena dapat membuat suhu ruangan cepat meningkat.
“Hindari penggunaan alat seperti oven atau pengering pakaian saat AC sedang menyala,” tambahnya.
Dengan pengaturan suhu yang tepat dan perawatan rutin, AC tidak hanya lebih awet, tetapi juga lebih hemat energi dan nyaman digunakan.(detik)
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar