Trump Sampaikan Pesan Ramadan yang Mengejutkan
WASHINGTON, RIAUKU.COM - Datangnya bulan suci Ramadan tahun ini tidak hanya disambut gema azan dan doa dari berbagai penjuru dunia, tetapi juga pesan khusus dari Gedung Putih. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan ucapan resmi kepada umat Muslim, khususnya yang berada di Amerika Serikat, yang mulai menjalankan ibadah puasa.
Pesan tersebut dirilis melalui pernyataan resmi Gedung Putih pada Selasa (17/2) waktu setempat. Dalam pernyataannya, Trump menyampaikan salam hangat dan harapan terbaik bagi seluruh umat Islam yang menyambut bulan penuh berkah itu. “Hari ini, saya menyampaikan salam dan harapan terbaik saya kepada semuanya yang merayakan Ramadan,” ujar Trump.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Wabup Rohul Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Selama Bulan Ramadan
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
- Waduh! IHSG Dibuka Ambrol 2,26 Persen, Jatuh ke Level 6.000
Ia menggambarkan Ramadan sebagai musim pembaruan spiritual, waktu untuk refleksi diri, serta momen mensyukuri berkah Tuhan yang tak terhitung jumlahnya. Menurutnya, bulan suci ini menjadi kesempatan memperkuat hubungan dengan Sang Pencipta sekaligus mempererat ikatan keluarga dan komunitas.
Trump juga menyoroti bagaimana Ramadan menjadi bagian penting dari kehidupan banyak warga Amerika. Ia menyebut bulan suci ini sebagai masa yang menekankan nilai-nilai doa, puasa, kasih sayang, amal, belas kasihan, dan kerendahan hati.
“Masa ini suci bagi banyak warga Amerika, yang menekankan doa dan puasa, memperkuat ikatan keluarga dan komunitas, serta menegaskan nilai-nilai bersama,” demikian isi pernyataan tersebut.
Namun, lebih dari sekadar ucapan selamat, Trump turut menegaskan komitmen pemerintahannya terhadap kebebasan beragama. Ia menyebut hak untuk beribadah secara bebas sebagai ciri khas bangsa Amerika dan fondasi kekuatan negaranya.
“Hak yang diberikan Tuhan untuk beribadah secara bebas adalah ciri khas bangsa kita dan pilar kemakmuran serta kekuatan kita,” tegasnya.
Ia memastikan bahwa pemerintahannya akan terus menjamin setiap warga negara dapat menjalankan keyakinannya tanpa rasa takut. Dalam pernyataannya, Trump menekankan bahwa kebebasan beragama berarti kebebasan untuk menjalankan agama dengan bangga dan tanpa ancaman penganiayaan.
Pesan tersebut datang di tengah dimulainya Ramadan di berbagai belahan dunia. Sejumlah negara Arab dan Muslim telah memulai puasa pada Rabu (18/2), sementara negara lain, termasuk Indonesia, Turki, Oman, Singapura, dan Australia, memulai Ramadan pada Kamis (19/2).
Di Amerika Serikat sendiri, umat Muslim memulai Ramadan pada Rabu (18/2) setelah Dewan Fiqih Amerika Utara menetapkan 1 Ramadan jatuh pada tanggal tersebut.
Suasana Ramadan di AS pun terasa khas. Masjid-masjid menggelar salat tarawih perdana, keluarga Muslim menyiapkan hidangan sahur, dan komunitas mengatur berbagai kegiatan sosial untuk berbagi dengan sesama.
Di tengah dinamika politik global, pesan Ramadan dari Gedung Putih ini menjadi sorotan tersendiri. Bagi sebagian kalangan, pernyataan tersebut dipandang sebagai simbol pengakuan atas keberagaman dan kontribusi umat Muslim dalam kehidupan Amerika.
Menutup pesannya, Trump memanjatkan doa agar Ramadan membawa kebahagiaan bagi setiap rumah tangga, persatuan di tengah masyarakat, serta perdamaian di seluruh dunia.
“Di musim yang penuh rahmat dan kebaikan ini, saya memanjatkan doa untuk kebahagiaan dan keberkahan di rumah, persatuan dan perdamaian di seluruh dunia,” tutupnya.
Ramadan pun resmi dimulai, bukan hanya sebagai bulan ibadah, tetapi juga sebagai momentum penguatan nilai toleransi dan kebebasan beragama di negeri Paman Sam. *03*
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar