Gol Roket Vinicius Bungkam Fans Benfica di Estadio da Luz
LISBON, RIAUKU.COM — Malam di Estadio da Luz, Rabu (18/2/2026) dini hari WIB, terasa seperti panggung drama penuh tensi. Di tengah tekanan tuan rumah dan atmosfer panas tribun, Real Madrid pulang dengan kemenangan tipis 1-0 atas Benfica pada leg pertama play-off fase gugur Liga Champions 2025/2026. Satu gol indah jadi pembeda, satu momen panas nyaris mengubah segalanya.
Sejak peluit awal, Benfica langsung menekan. Dukungan publik Da Luz membuat tuan rumah tampil agresif. Namun lini belakang Madrid disiplin meredam gelombang serangan. Peluang pertama yang benar-benar mengancam justru datang dari tim tamu. Kylian Mbappe mencoba peruntungan, tetapi sepakannya masih bisa diamankan kiper Anatoliy Trubin.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Ratusan Lampu Colok Terangi Malam Ramadhan di Bukit Raya, Tradisi Lama Kembali Hidup
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
- Harga Emas Antam Turun Tipis ke Rp2,992 Juta per Gram
Benfica membalas lewat tandukan Tomas Araujo pada menit ke-16. Bola hasil sepak pojok itu mengarah tepat ke pelukan Thibaut Courtois. Dua menit berselang, Arda Guler melepas tembakan keras dari luar kotak penalti, namun Trubin kembali sigap.
Madrid sebenarnya punya peluang emas di menit ke-20. Umpan mendatar Trent Alexander-Arnold menemukan Vinicius Junior di depan gawang. Sayang, penyelesaian akhirnya melebar tipis. Laga pun berjalan terbuka. Benfica sempat mengancam lewat tembakan Fredrik Aursnes yang berubah arah, tetapi refleks luar biasa Courtois menggagalkan peluang tersebut.
Menjelang turun minum, Mbappe beberapa kali mendapat kesempatan. Dari bola pantul hingga tusukan ke kotak penalti, semuanya belum membuahkan hasil. Skor 0-0 menutup babak pertama, meski Madrid tercatat lebih dominan dalam membangun serangan.
Kebuntuan akhirnya pecah lima menit selepas jeda. Menerima sodoran dari Mbappe, Vinicius bergerak dari sisi kanan dan melepaskan tembakan keras yang meluncur ke pojok gawang. Gol spektakuler itu membuat publik tuan rumah terdiam. Madrid unggul 1-0.
Selebrasi Vinicius memicu ketegangan antarpemain. Situasi makin panas ketika ia melaporkan dugaan ujaran rasisme dari pemain Benfica, Gianluca Prestianni. Wasit sempat menghentikan laga untuk meredakan situasi, sementara Vinicius terlihat berbicara serius dengan ofisial pertandingan.
Benfica tak tinggal diam. Pada menit ke-70, Andreas Schjelderup hampir menyamakan kedudukan lewat umpan silang yang mengarah langsung ke gawang. Courtois kembali menjadi penyelamat dengan tepisan krusial. Vinicius sempat mengulang pergerakan golnya di menit ke-78, namun kali ini tembakannya terlalu lemah.
Memasuki menit ke-85, drama kembali pecah. Pelatih Benfica, Jose Mourinho, diganjar kartu merah dan harus meninggalkan lapangan. Atmosfer kian memanas hingga peluit panjang berbunyi.
Skor 1-0 bertahan untuk kemenangan Madrid. Hasil ini menjadi modal berharga jelang leg kedua di Santiago Bernabeu pada 26 Februari mendatang. Los Blancos hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan tiket ke babak 16 besar.
Di Da Luz yang bergemuruh, satu tembakan roket Vinicius bukan hanya memberi keunggulan. Ia juga menghadirkan malam penuh emosi, tentang ketajaman, ketegangan, dan mental juara yang kembali diuji di panggung Eropa.*03*
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar