Hilal Masih "Sembunyi", Akankah Puasa Bareng? Cek Hasil Sidang Isbat Malam Ini!
JAKARTA, RIAUKU.COM – Jutaan pasang mata masyarakat Indonesia sore ini tertuju pada satu titik: Kantor Kementerian Agama di Jakarta. Pasalnya, hari ini, Selasa (17/2/2026), Pemerintah resmi menggelar Sidang Isbat guna menentukan kapan tepatnya kita mulai melaksanakan ibadah puasa 1 Ramadan 1447 Hijriah.
Pertanyaan "kapan puasa?" yang sejak kemarin ramai di media sosial akan segera terjawab. Namun, bocoran data astronomi terbaru menunjukkan sebuah fenomena menarik yang patut kita simak bersama.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Ratusan Lampu Colok Terangi Malam Ramadhan di Bukit Raya, Tradisi Lama Kembali Hidup
- Wabup Rohul Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Selama Bulan Ramadan
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
Bagi Anda yang sudah bersiap-siap untuk Tarawih malam ini, nampaknya perlu melihat data ilmiah ini. Berdasarkan perhitungan hisab, posisi hilal di seluruh penjuru Indonesia saat Matahari terbenam petang ini terpantau masih berada di bawah ufuk.
Di Jayapura saja, tinggi hilal tercatat masih minus 2 derajat 24 menit. Sementara di ujung barat Indonesia, tepatnya di Tua Pejat, Sumatera Barat, posisinya masih di angka minus 0 derajat 56 menit. Singkatnya, bulan sabit muda tersebut bahkan belum muncul di atas cakrawala.
"Secara astronomis, kemungkinan terlihatnya hilal pada 17 Februari sangat kecil," tulis akun Instagram resmi @infobmkg. Dengan kata lain, kecil kemungkinan puasa akan dimulai esok hari jika mengacu pada metode pengamatan langsung.
Sidang Isbat bukan sekadar seremoni. Ini adalah momen krusial untuk menjaga persatuan umat. Pemerintah menggabungkan dua metode sekaligus: Hisab (perhitungan matematis) dan Rukyat (pengamatan mata telanjang di lapangan).
Kemenag tidak bekerja sendiri. Mereka mengerahkan tim di 37 titik pengamatan dari Sabang sampai Merauke untuk memastikan apakah ada "keajaiban" hilal yang terlihat. Semua data ini nantinya akan didiskusikan secara tertutup oleh Menteri Agama, pimpinan MUI, hingga perwakilan ormas Islam sebelum akhirnya diputuskan secara nasional.
Jika hari ini hilal masih bersembunyi, situasi diprediksi akan berubah total pada Rabu (18/2/2026) besok. Pada saat itu, tinggi hilal diperkirakan sudah melesat naik hingga 10 derajat di Sabang.
Angka tersebut sudah jauh melampaui kriteria MABIMS (kriteria minimal hilal bisa dilihat) yang mensyaratkan tinggi minimal 3 derajat. Artinya, peluang hilal terlihat secara visual pada Rabu malam akan jauh lebih besar, yang kemungkinan menandakan awal puasa jatuh pada hari Kamis.
Bagi Anda yang ingin menjadi orang pertama yang tahu hasil keputusannya, Kemenag menyediakan akses Live Streaming yang bisa disaksikan sambil bersantai di rumah. Rangkaian acara dimulai pukul 16.00 WIB dengan seminar posisi hilal, disusul sidang tertutup, dan diakhiri dengan konferensi pers hasil akhir.
Anda bisa menyaksikannya melalui:
- YouTube Resmi Kemenag RI
- Live Streaming Kompas.com
Apapun hasilnya nanti, mari kita sambut bulan suci dengan hati yang gembira dan penuh toleransi. *03*
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar