Tradisi Sakral Petang Megang 2026 Kembali Hadir di Pekanbaru, Ada Prosesi Khusus dari Walikota!

Warga terjun dari jembatan untuk mandi di sungai Siak, Pekanbaru, dalam tradisi Petang Megang menyambut datangnya bulan Ramadan. (ist)

PEKANBARU, RIAUKU.COM  – Aroma bulan suci Ramadan 1447 Hijriyah sudah mulai terasa di sudut-sudut Kota Bertuah. Bagi masyarakat Pekanbaru, menyambut bulan puasa tak lengkap rasanya tanpa sebuah tradisi yang telah mendarah daging: Petang Megang.

Kabar gembira bagi Anda yang rindu akan kemeriahan budaya ini. Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata memastikan bahwa tradisi turun-temurun ini akan kembali digelar tahun ini dengan kemasan yang penuh khidmat dan makna.

Bukan sekadar perayaan biasa, Petang Megang adalah simbol pembersihan diri sekaligus penghormatan kepada leluhur. Kepala Dinas Pariwisata Kota Pekanbaru, Akmal Khairi, mengungkapkan bahwa seluruh persiapan kini sedang dikebut agar acara berjalan tanpa hambatan.

“Kami sedang mematangkan segalanya, termasuk koordinasi ketat dengan pihak keamanan dari Pam Obvit Polda Riau hingga Kapolresta,” ujar Akmal seperti dilansir cakaplah.com, Selasa (17/02/2026).

Rangkaian acara nantinya tidak langsung melompat ke tepian sungai. Ada alur cerita dan prosesi religius yang harus dilewati. Semuanya akan dimulai tepat sebelum kumandang azan Asar di Masjid Raya Pekanbaru. Di sana, suasana akan syahdu dengan agenda ziarah ke makam Marhum Pekan, sosok pendiri kota yang sangat dihormati.

Setelah doa-doa dipanjatkan di makam leluhur, kemeriahan akan bergeser. Masyarakat akan disuguhi pemandangan arak-arakan yang penuh warna, bergerak dari masjid menuju situs bersejarah Rumah Tuan Kadi di bawah jembatan ikonik Pekanbaru.

Di sinilah momen yang paling ditunggu-tunggu akan terjadi. Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho, dijadwalkan hadir langsung untuk memimpin prosesi memandikan anak yatim. Sebuah simbol kasih sayang dan kepedulian sosial yang menjadi inti dari ajaran menyambut bulan suci.

“Setelah ziarah, kegiatan dilanjutkan ke rumah Tuan Kadi untuk prosesi memandikan anak yatim oleh Bapak Walikota,” tambah Akmal.

Satu hal yang selalu ditanyakan warga: “Bolehkan kita terjun ke sungai seperti dulu?”  Menanggapi rasa penasaran publik, Akmal Khairi memberikan jawaban yang cukup hati-hati. Keamanan masyarakat tetap menjadi prioritas nomor satu. Keputusan final mengenai izin masyarakat untuk mandi bersama di Sungai Siak masih menunggu hasil rapat koordinasi dengan pihak kepolisian.

Pemerintah kota tidak ingin kegembiraan ini justru membawa risiko keselamatan. Segala teknis di lapangan akan diperiksa secara detail sebelum hari-H tiba.

Meski jadwal rangkaian acara sudah tersusun rapi, untuk kepastian tanggal pelaksanaannya, Pemerintah Kota tetap patuh pada keputusan nasional. "Yang jelas untuk acara kita mengikuti arahan dari pemerintah pusat kapan dimulainya 1 Ramadan," pungkas Akmal.

Petang Megang bukan hanya soal keramaian, tapi soal menjaga identitas Melayu di tengah modernitas. Ia adalah pengingat bahwa sebelum memasuki bulan penuh ampunan, kita harus kembali ke akar: menghargai leluhur, menyayangi yang kecil, dan membersihkan hati. *03*

 


    Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi, serta foto atau video yang memiliki nilai berita.

    Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.