PT APGWI Berhasil Tingkatkan Produksi Wilayah Kerja West Kampar
PEKANBARU - PT APG Westkampar Indonesia (PT APGWI) berhasil mengelola WK West Kampar selama beroperasi sejak 3 tahun lalu. Ini komitmen dan konsistensi perusahaan meningkatkan produksi sejalan Nawacita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Sebagai operator mengelola Wilayah Kerja West Kampar, PT APGWI berhasil melakukan berbagai inovasi, antara lain percepatan produksi dan lifting, optimalisasi operasi sumur dan kehandalan fasilitas produksi.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Ratusan Lampu Colok Terangi Malam Ramadhan di Bukit Raya, Tradisi Lama Kembali Hidup
- Wabup Rohul Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Selama Bulan Ramadan
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
"Inovasi tersebut menjadi bagian penting capaian-capaian positif dari perusahaan dengan mencapai ±1.200 BOPD di tahun 2025," jelas General Manager PT APGWI, Mohammad Yasin A kepada riauku.com, belum lama ini.
Mohammad Yasin menjelaskan, peningkatan produksi minyak PT APGWI dimulai dari ±200 BOPD pada masa awal re-aktivasi sumur pada akhir tahun 2023 menjadi ±1.200 BOPD di akhir tahun 2025.
"Hal ini bukti bahwa PT APGWI terus berkembang dengan berbagai inovasi dan capaian serta sebagai bentuk komitmen tinggi dari perusahaan," ungka dia.
Apresiasi atas dukungan dan asistensi dari SKK Migas ini, lanjut Mohammad Yasin, khususnya perwakilan Wilayah Sumbagut, terus mengawal proses re-aktivasi hingga pengembangan sumur baru.
"Sinergi ini menjadi kunci bagi kami untuk mendukung target Pemerintah yaitu 1 Juta barel minyak per hari di tahun 2030,” ujar Yasin.
Dijelaskan Mohammad Yasin, pihaknya menyadari tiga tahun merupakan waktu singkat bagi Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) yang masih Start Up untuk menunjukkan eksistensinya. Namun berkat komitmen perusahaan dan didukung kualitas dan kapabilitas pekerja.
"PT APGWI mampu bersanding dengan KKKS yang sudah terlebih dahulu berkiprah di Wilayah Provinsi Riau dan Wilayah Sumbagut pada umumnya,” ungkap Yasin.
Mohammad Yasin menilai, sejak ditetapkan menjadi operator pada Wilayah Kerja West Kampar, PT APGWI langsung bergerak cepat untuk merealisasikan Komitmen Kerja Pasti (KKP) lima tahun pertama.
"Tercatat sampai dengan saat ini PT APGWI mempunyai tiga belas sumur pengembangan dimana saat awal mengelola Wilayah Kerja West Kamar hanya ada lima sumur eksisting sehingga praktis pada masa 3 tahun beroperasi, PT APGWI mampu melakukan pengeboran tambahan sebanyak delapan sumur pengembangan," terang dia.
Terpisah, Direktur PT APGWI Adi Prasetyana juga menyampaikan harapan atas usia genap tiga tahun ini, PT APGWI mampu menjadi perusahaan swasta nasional yang berdikari dan mampu sejajar dengan perusahaan migas nasional lainnya.
“Semoga PT APGWI terus berkembang dan menjadi perusahaan migas nasional yang unggul. Sebagai perusahaan migas yang terus bertumbuh, kami berkomitmen untuk menjalankan operasional secara profesional, berkelanjutan, dan berlandaskan prinsip keselamatan, kesehatan kerja, serta perlindungan lingkungan”. ungkap Adi Prasetyana
Program Pelibatan Pengembangan Masyarakat
Sebagai perusahaan migas yang sedang bertumbuh, PT APGWI menyadari bahwa keberhasilan operasional harus berjalan seiring dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Untuk itu, program pelibatan pengembangan masyarakat menjadi concern dan dilaksanakan sebagai wujud komitmen perusahaan dalam memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
Hal ini ditegaskan H. Adri, salah satu tokoh masyarakat Desa Suligi, bahwa PT APGWI tidak hanya berfokus pada pencapaian kinerja bisnis, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui Program Pelibatan Pengembangan Masyarakat (PPM) berkelanjutan.
"Awal operasional, PT APGWI telah melakukan peningkatan jalan sepanjang ±20 KM dari Gathering Station Pendalian menuju Desa Dayo," aku dia.
Akses tersebut, kata H. Adri, adalah akses utama masyarakat sebelum peningkatan jalan yang dilakukan PT APGWI. "Selama ini masyarakat melewati jalan tersebut dengan kondisi lecah (becek dan berlumpur) dan tidak jarang truk-truck pengangkut sawit masyarakat terperosok dikarenakan jalan yang rusak dan saat ini jalan tersebut sudah dapat dilewati oleh masyarakat dengan semua jenis kendaraan," terang dia.
H. Adri juga mengakui selama tiga tahun beroperasi, PT APGWI juga telah melakukan Program PPM di sekitar daerah operasi antara lain, Bantuan Pendidikan, Sertifikasi HSE, Sertifikasi Teknisi AC, Program Wisata Edukasi Anak, Edukasi siswa dan Mahasiswa, Kolaborasi kegiatan bersama TNI/Polri dan program-program unggulan lainnya.
Sinergisitas stakeholders (pemangku kepentingan) ini menjadi bagian penting dari Program PPM PT APGWI. "Sinergisitas ini menjadi kunci kelancaran operasional PT APGWI dilapangan yang tentunya akan berimpact kepada peningkatan produksi dan pencapaian target perusahaan," kata H. Adri.
Diketahui, PT APGWI ditetapkan sebagai operator Blok West Kampar sejak 26 Januari 2023 dengan Luas Wilayah Kerja West Kampar seluas 4.490,71 Km2, meliputi dua provinsi, yakni Riau dan Sumatera Utara serta tiga kabupaten, yakni Rokan Hulu, Kampar dan Padang Lawas.
Kini, komitmen APG Westkampar Indonesia akan terus menjadi harapan salah satu masyarakat Provinsi Riau dalam membangun Indonesia ke depan, dengan target pemerintah 1 Juta barel dan 12 BSCFD tahun 2030. (dmy)
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar