Derby d’Italia Paling Gila! 10 Pemain Bianconeri Tumbang di Neraka Meazza!

MILAN RIAUKU.COM - Minggu (15/02/2026) dini hari di Kota Milan terasa berbeda. Udara dingin Februari tidak mampu meredam panasnya tensi di Stadion Giuseppe Meazza. Ribuan suporter sudah berdiri bahkan sebelum peluit awal berbunyi. Ini bukan sekadar pertandingan liga, ini adalah harga diri.

Pertemuan klasik antara Inter Milan dan Juventus kembali menghadirkan drama. Derby d’Italia sekali lagi membuktikan kenapa ia selalu menjadi salah satu laga paling emosional di Eropa. Sejak menit pertama, duel berjalan keras dan cepat. Tak ada fase penjajakan. Inter langsung menekan, Juventus membalas dengan serangan balik berbahaya.

Gol pembuka datang pada menit ke-17, dan langsung menghadirkan keheningan di kubu tamu. Tembakan keras Luis Henrique mengenai kaki Andrea Cambiaso dan berbelok masuk ke gawang sendiri. Stadion meledak. Cambiaso terduduk. Ia jadi sasaran kemarahan pendukungnya sendiri.

Namun sepak bola selalu memberi kesempatan kedua. Sembilan menit kemudian, Juventus membalas. Umpan Weston McKennie melintas di depan gawang, gagal disambar penyerang, tetapi Cambiaso muncul di tiang jauh. Satu sontekan jarak dekat, dan gol! Dari pesakitan menjadi penyelamat hanya dalam hitungan menit. Skor 1-1 dan pertandingan berubah semakin panas.

Inter hampir unggul menjelang turun minum. Sundulan Marcus Thuram ditepis Michele Di Gregorio, bola muntah disambar Alessandro Bastoni namun hanya membentur tiang. Meazza menahan napas.

Lalu datang momen kontroversial. Menit ke-42, Pierre Kalulu menerima kartu kuning kedua setelah pelanggaran terhadap Bastoni. Kartu merah keluar. Juventus harus bermain dengan 10 orang. Bangku cadangan tamu meledak protes — dan sejak saat itu laga berubah menjadi perang mental.

Babak kedua dimulai dengan tekanan Inter, tapi Juventus bertahan luar biasa. Yann Sommer bahkan harus bekerja keras menghentikan peluang bertubi-tubi agar serangan balik Juve tetap hidup. Kebuntuan pecah menit ke-76. Umpan silang Federico Dimarco disambut sundulan Pio Esposito. Inter 2-1. Stadion berguncang.

Tapi Derby d’Italia tidak pernah selesai sebelum benar-benar selesai. Meski hanya 10 pemain, Juventus menolak menyerah. Menit ke-83, bola liar disambar Manuel Locatelli dengan tendangan first-time ke pojok bawah. Hening seketika. Skor 2-2. Para pemain Inter terlihat frustrasi. Semua orang mengira pertandingan akan berakhir imbang.

Lalu menit ke-90 datang. Dari luar kotak penalti, Piotr Zielinski melepaskan tembakan roket. Bola meluncur tanpa bisa dijangkau kiper. Meazza meledak dalam satu ledakan suara raksasa. Skor pun berubah menjadi 3-2. 

Juventus kembali memprotes keras keputusan wasit, terutama kartu merah Kalulu. Namun sejarah sudah tercipta. Inter keluar sebagai pemenang derby paling panas musim ini.

Kemenangan ini membuat Inter kokoh di puncak klasemen Serie A dengan 61 poin, unggul delapan angka dari AC Milan. Sementara Juventus tertahan di posisi kelima dengan 46 poin.

Derby d’Italia sekali lagi menolak logika: ada kesalahan, penebusan, kartu merah, gol balasan, dan satu tembakan di menit terakhir yang membakar malam Milan. Sepak bola Italia mungkin tak selalu paling cepat, tapi untuk urusan drama, tak ada yang bisa menandingi. *04 

 


    Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi, serta foto atau video yang memiliki nilai berita.

    Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.