SMSI Bakal Punya Gedung Museum Pertama di Indonesia
JAKARTA - Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) bakal memiliki gedung museum pertama di Indonesia. Rencana pembangunan gedung tersebut bakal terlihat wujudnya di Kota Serang, Provinsi Banten.
Kebudayaan (Menbud RI), Fadli Zon siap hadir mengunjungi sekaligus melakukan peletakan batu pertama Rencana Pembangunan Museum Siber SMSI di Kota Serang pada 8 Februari 2026 sekitar pukul 15.00 WIB.
Berita Terkait
- Ratusan Lampu Colok Terangi Malam Ramadhan di Bukit Raya, Tradisi Lama Kembali Hidup
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
- Waduh! IHSG Dibuka Ambrol 2,26 Persen, Jatuh ke Level 6.000
- Kondisi Terkini Andrie Yunus: Masih Dirawat, Belum Bisa Dijenguk
- Bareskrim Tetapkan Ketua Kadin Sultra Tersangka Tambang Nikel Ilegal
Peletakan batu pertama tersebut adalah bagian senarai acara peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 digelar pada Senin (9/2/2026), di Provinsi Banten.
Informasi ini disampaikan tim audiensi pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat saat audiensi dengan Kementerian Kebudayaan RI, berlangsung pada Jumat pagi (23/1/2026) di Jakarta.
Ilona Juwita, Wakil Ketua Umum Bidang Usaha Media Siber dan Digital menyatakan kesiapannya mendampingi Menteri Kebudayaan dalam agenda peletakan batu pertama Museum Siber SMSI di Banten.
"Museum ini merupakan museum media siber pertama yang akan dibangun di Indonesia," kata dia.
Ketua Umum SMSI Firdaus, menjelaskan pentingnya peran pers dan wartawan sebagai penjaga ingatan kolektif bangsa. "Sejarah Indonesia tidak terlepas dari kekuatan cerita dan tulisan. Dari cerita rakyat yang diwariskan turun-temurun hingga budaya menulis di media massa, kata-kata telah menjadi perekat nilai dan identitas bangsa, " terang dia.
Dalam perjalanan sejarah, terang Firdaus, wartawan tidak hanya mencatat peristiwa, tetapi turut membangun kesadaran kolektif dan imajinasi kebangsaan. Di era digital, peran itu berlanjut melalui media siber yang kini menjadi ruang kebudayaan baru.
Melalui jaringan media hingga ke daerah, SMSI berada pada posisi strategis untuk memastikan cerita Indonesia tetap berakar pada nilai-nilai lokal dan kebhinekaan.
Di tengah tantangan zaman dan arus informasi yang cepat, wartawan dituntut tidak hanya cepat, tetapi juga beretika, berakar, dan berpihak pada nilai kebudayaan.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan akrab tersebut juga membahas penguatan aliansi strategis antara media siber dan negara dalam pembangunan peradaban berbasis kebudayaan. (dmy)
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar