Pekanbaru Tak Boleh Kumuh! DPRD Desak Semua Kabel Dikubur
PEKANBARU – Wacana pemindahan kabel optik ke bawah tanah kembali menguat. Ketua Komisi I DPRD Kota Pekanbaru, Robin Eduar, mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru segera menyiapkan langkah konkret agar kabel-kabel yang selama ini bergelantungan di tiang dan melintang di atas jalan dipindahkan ke bawah tanah.
Menurut Robin, penataan utilitas secara modern bukan lagi sekadar soal estetika, tetapi juga menyangkut keselamatan dan masa depan tata kota Pekanbaru. “Kita ingin ke depan tidak ada lagi kabel yang bergelantungan. Semua bisa ditata dalam satu jalur bawah tanah agar lebih rapi, aman, dan terintegrasi,” tegasnya, Kamis (12/2/2026).
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Ratusan Lampu Colok Terangi Malam Ramadhan di Bukit Raya, Tradisi Lama Kembali Hidup
- Wabup Rohul Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Selama Bulan Ramadan
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
Robin menilai, pemindahan kabel ke bawah tanah bisa direalisasikan melalui skema konsorsium. Artinya, pembangunan jalur utilitas dilakukan secara bersama oleh pihak tertentu, lalu operator telekomunikasi maupun utilitas lainnya cukup menyewa jaringan tersebut.
Dengan sistem ini, seluruh kabel—baik optik maupun utilitas lain—dapat ditempatkan dalam satu koridor bawah tanah yang terencana. Selain menghilangkan kesan semrawut, langkah tersebut juga dinilai lebih efisien dalam jangka panjang.
“Siapa yang membangun, operator lain bisa menyewa. Jadi tidak perlu masing-masing pasang tiang dan tarik kabel sendiri-sendiri,” jelas politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.
Tak berhenti pada kabel optik, Robin juga mendorong agar kabel listrik milik PLN ke depan ikut ditanam di bawah tanah, khususnya di kawasan pengembangan baru. Menurutnya, kawasan baru harus dirancang sejak awal dengan sistem utilitas modern agar tidak mengulang persoalan yang kini terjadi di pusat kota.'
“Kalau kawasan baru, langsung saja ditanam di bawah tanah dari awal. Jadi kotanya tertata dan tidak semrawut,” ujarnya.
Selain merusak pemandangan kota, kabel yang terpasang sembarangan juga dinilai berpotensi membahayakan masyarakat, terutama pengguna jalan.
Di sisi lain, keberadaan kabel di udara sering menjadi alasan pemangkasan pohon secara berlebihan karena dikhawatirkan menyentuh jaringan listrik. Akibatnya, ruang hijau kota semakin berkurang.
“Kalau kabel sudah di bawah tanah, pohon bisa tumbuh bebas tanpa harus terus dipotong. Ini juga bagian dari upaya membuat Pekanbaru lebih sejuk,” katanya.
Dengan penataan utilitas yang terintegrasi dan modern, Robin berharap Pekanbaru dapat bertransformasi menjadi kota yang lebih indah, aman, dan nyaman. Pemindahan kabel ke bawah tanah dinilai sebagai langkah strategis untuk memperbaiki wajah kota sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan. “Sudah saatnya Pekanbaru berbenah. Jangan sampai kota terus terlihat kusut karena kabel yang tidak tertata,” pungkas Robin. (kh)
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar