Siaga! Banjir Rob Ancam Pesisir Riau 17–20 Februari, Dumai hingga Meranti Berpotensi Tergenang

Seorang anak bermain di banjir rob di Desa Tanjung Samak, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, beberapa waktu lau. Banjir rob memutus akses transportasi jalan di pesisir Riau. (sumber: antarafoto)

PEKANBARU – Ancaman banjir rob kembali menghantui pesisir Provinsi Riau. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengeluarkan peringatan dini potensi banjir pesisir yang diprediksi terjadi pada 12–25 Februari 2026.

Untuk wilayah Riau, periode paling rawan diperkirakan berlangsung pada 17 hingga 20 Februari 2026. Daerah yang masuk dalam daftar waspada meliputi pesisir Dumai, Bengkalis, Rokan Hilir, Kepulauan Meranti, dan Indragiri Hilir.

BMKG menjelaskan, potensi rob ini dipicu fenomena Fase Bulan Baru yang jatuh pada 17 Februari 2026. Kondisi tersebut dapat meningkatkan ketinggian pasang maksimum air laut sehingga berisiko menimbulkan genangan di kawasan pesisir.

“Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, banjir pesisir (rob) berpotensi terjadi di sejumlah wilayah pesisir Indonesia,” tulis BMKG dalam keterangan resminya, Kamis (12/02/2026).

Di Riau, ancaman paling terasa diperkirakan terjadi di kawasan dengan aktivitas pelabuhan dan permukiman padat di tepi laut. Kota Dumai, sebagai kota pelabuhan utama, dinilai rawan terdampak apabila pasang air laut mencapai puncaknya.

Begitu juga wilayah Bengkalis, Rohil, Meranti, dan Inhil yang memiliki bentang pesisir luas serta banyak permukiman berada di dataran rendah. Jika air laut naik signifikan, aktivitas warga, transportasi laut, hingga kegiatan bongkar muat bisa terganggu.

BMKG mengingatkan rob juga dapat berdampak pada sektor perikanan dan tambak, terutama bagi masyarakat yang menggantungkan ekonomi dari hasil laut dan budidaya pesisir. 

Masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir diminta aktif memantau informasi cuaca terbaru serta melakukan langkah antisipasi sejak dini. Pengamanan dokumen penting, barang elektronik, serta memastikan sistem drainase tidak tersumbat menjadi langkah sederhana namun penting.

BMKG menegaskan, peringatan dini ini bertujuan agar masyarakat lebih siap dan waspada, bukan untuk menimbulkan kepanikan. Dengan periode rawan yang tinggal hitungan hari, warga pesisir Riau diimbau tidak menganggap remeh potensi rob. Kesiapsiagaan menjadi kunci agar dampak genangan air laut bisa diminimalkan. (kh)
 

 


    Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi, serta foto atau video yang memiliki nilai berita.

    Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.