Netanyahu Temui Trump Pekan Ini, Bahas Rencana Serang Iran?
JAKARTA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bakal ke Washington pekan ini untuk bertemu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Mereka bakal membahas kemungkinan opsi militer terhadap Iran.
enurut salah seorang sumber yang bicara kepada CNN, Netanyahu akan menyampaikan informasi intelijen terbarunya mengenai kemampuan militer Iran. Israel sejak awal memang sangat cemas dengan kekuatan Iran.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
- 29 Hektar Lahan di Pekanbaru dan Sekitarnya Terbakar Akibat Cuaca Panas
- Polisi Ajak Warga Bangko Mukti Aktifkan Satkamling Jaga Keamanan Lingkungan
"Israel khawatir dengan kemajuan Iran dalam memulihkan persediaan dan kemampuan rudal balistiknya ke status sebelum perang 12 hari," kata sumber tersebut.
Israel, kata dia, meyakini bahwa Iran dapat memiliki 1.800-2.000 rudal balistik dalam beberapa pekan atau bulan. Oleh karenanya, Netanyahu ingin segera mengambil tindakan.
Pernyataannya, Netanyahu mengaku agenda pertemuannya dengan Trump akan membahas serangkaian isu, mulai dari Jalur Gaza, Timur Tengah, hingga negosiasi nuklir AS-Iran.
"Saya akan menyampaikan kepada Presiden mengenai pandangan kami soal prinsip-prinsip penting negosiasi, prinsip-prinsip yang menurut kami sangat penting bukan hanya bagi Israel tapi juga bagi siapa pun di dunia yang menginginkan perdamaian dan keamanan di Timur Tengah," kata dia.
Pertemuan Netanyahu-Trump ini direncanakan setelah negosiasi pertama AS-Iran dihelat pada Jumat (6/2) lalu di Oman.
Israel telah berupaya mendorong AS untuk memastikan bahwa kesepakatan negosiasi itu mencakup penyerahan stok uranium Iran, penghentian program pengayaan uranium, pembatasan produksi rudal balistik, serta penghentian dukungan Iran terhadap proksi-proksinya.
Iran sementara itu telah menegaskan bahwa negosiasi ini hanya akan berfokus soal nuklir. Iran ogah bicara mengenai hal lain, apalagi soal rudal balistik.
Wawancara dengan Axios pada Selasa (10/2), Trump mengatakan serangan militer ke Iran sangat mungkin terjadi jika negosiasi ini gagal mencapai kesepakatan. Trump bahkan blak-blakan menyatakan sedang mempertimbangkan pengerahan satu lagi kapal induk AS ke sekitar Iran. (cn/dmy)
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar