Harga Minyak Melesat 1 Persen Imbas Perseteruan AS-Iran Meningkat

Harga Minyak Melesat 1 Persen Imbas Ketegangan AS-Iran Meningkat. (ils/mj)

JAKARTA - Harga minyak dunia kembali menguat pada perdagangan Rabu (4/2). Ini terjadi meningkatnya eskalasi ketegangan di Timur Tengah setelah insiden antara Amerika Serikat dan Iran.

Kenaikan harga minyak terjadi setelah militer AS menembak jatuh sebuah drone Iran yang disebut mendekati kapal induk USS Abraham Lincoln secara agresif di Laut Arab.

Melansir Reuters, minyak mentah Brent naik 65 sen atau sekitar 1 persen ke level US$67,98 per barel. Sementara, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 69 sen atau 1,1 persen menjadi US$63,90 per barel. Kedua acuan tersebut tercatat naik hampir 2 persen pada perdagangan Selasa (3/2).

Sejumlah kapal bersenjata Iran dilaporkan mendekati sebuah kapal tanker berbendera AS di Selat Hormuz, wilayah strategis yang menghubungkan Teluk Persia dan Teluk Oman. Informasi tersebut disampaikan sumber maritim dan sebuah konsultan keamanan.

Di sisi diplomatik, Iran dilaporkan menuntut agar perundingan dengan AS pekan ini digelar di Oman, bukan Turki, serta membatasi pembahasan hanya pada isu nuklir. Permintaan tersebut memunculkan keraguan atas kelanjutan agenda pertemuan tersebut.

"Ketegangan yang meningkat di Timur Tengah memberikan dukungan bagi pasar minyak," ujar analis komoditas Rakuten Securities, Satoru Yoshida.

Selat Hormuz merupakan jalur utama ekspor minyak bagi negara-negara anggota OPEC seperti Arab Saudi, Iran, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak, terutama menuju pasar Asia. Data Badan Informasi Energi AS (EIA) menunjukkan Iran menjadi produsen minyak mentah terbesar ketiga OPEC pada 2025. (cn/dmy)


    Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi, serta foto atau video yang memiliki nilai berita.

    Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.